kabar

Wartawan Israel bikin liputan langsung dari Qatar

Orly Azoulay Katz, koresponden Yediot Ahronot, kemarin menulis sebuah laporan dari Doha mengenai situasi Qatar tengah diblokade.

12 Juni 2017 20:36

Sejumlah wartawan asal Israel melakukan liputan langsung dari Qatar soal kondisi terkini di negara tengah diisolasi tetangga mereka.

Enrique Zimmermann, wartawan Yediot Ahronot baru beberapa hari lalu kembali dari Ibu Kota Doha. Itu merupakan kunjungannya kedelapan ke Qatar. Dia mengaku menginap di rumah seorang pejabat di Doha.

Menurut Zimmermann, pejabat senior Qatar itu meyakinkan dirinya, Qatar dan Israel memiliki kepentingan sama sebagai negara mungil dikelilingi musuh dan rawan ancaman.

"Seperti Israel, Qatar telah mengubah gurun menjadi kebun indah," kata pejabat tidak disebutkan identitasnya tersebut.

Pejabat itu menjelaskan Qatar tidak memiliki hubungan khusus dan mendanai Al-Ikhwan al-Muslimun, Hamas, dan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). "Kami menampung mereka di Doha agar bisa dipantau," ujarnya. "Mereka tidak bisa keluar rumah tanpa sepengetahuan kami dan ini lebih baik ketimbang mereka bebas berkeliaran."

Zimmermann bukan satu-satunya wartawan Israel mengunjungi Doha. Orly Azoulay Katz, koresponden Yediot Ahronot, kemarin menulis sebuah laporan dari ibu kota Qatar tersebut. Dia bilang dirinya diajak berkeliling Doha dan difasilitasi untuk mewawancarai warga Qatar dan ekspatriat mengenai kondisi Qatar sedang diisolasi.

Pemilik sebuah restoran di Pasar Waqif mengatakan kepada Orly, tidak ada kelangkaan makanan di Qatar. Semua toko memiliki stok bahan makanan mencukupi.

Namun Orly menyadari krisis menghantam perbankan. Tidak mudah menukar mata uang riyal Qatar dengan mata uang asing, seperti euro atau dolar Amerika Serikat. Dia menambahkan boikot Saudi atas Qatar menjadi pembicaraan hangat di tempat-tempat umum.

Orly mengungkapkan lokasi proyek Piala Dunia 2022 juga kosong dari pekerja. Sebab bahan bangunan diperlukan belum datang lantaran blokade darat oleh Arab Saudi.

Penyair asal Qatar Muhammad bin Futais al-Marri. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan penyair karena bela Saudi

Qatar bulan lalu mencabut status kewarganegaraan atas 55 orang dari suku Al-Murrah.

Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani pada 16 Agustus 2017 bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Jeddah, Arab Saudi. (Supplied)

Qatar tahan 20 pangeran membangkang terhadap emir

Menurut para pangeran tersebut, mereka ditahan sebab memiliki hubungan langsung dengan Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Snapchat blokir Al-Jazeera di Arab Saudi

Layanan Al-Jazeera di Snapchat itu tersedia di Arab Saudi sejak Mei lalu.

Kepala suku Al-Marri Syekh Talib bin Muhammad bin Lahum bin Syuraim. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan 55 orang dari suku Al-Marri

Qatar pernah mencabut kewarganegaraan lebih dari enam ribu orang dari suku Al-Ghufran pada 2005, juga tanpa alasan jelas.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Israel segera kirim tepung gandum senilai Rp 73 miliar ke Sudan

Kesepakatan damai ini akan mencakup pula bantuan dan investasi dari Israel buat Sudan, terutama di bidang teknologi dan pertanian, serta penghapusan utang luar negeri.

26 Oktober 2020

TERSOHOR