kabar

Qatar tampung Taliban atas permintaan Amerika

Qatar juga memfasilitasi pembicaraan antara Amerika, Taliban, dan pemerintah Afghanistan.

13 Juni 2017 00:10

Mutlaq al-Qahtani, Utusan Khusus Menteri Luar Negeri Qatar Urusan Kontraterorisme, mengungkapkan negaranya menampung para pemimpin Taliban atas permintaan pemerintah Amerika Serikat.

"Qatar menampung para pemimpin Taliban atas permintaan pemerintah Amerika Serikat," kata Qahtani dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Jazeera Ahad lalu. "Dan sebagai bagian dari kebijakan pintu terbuka dijalankan Qatar untuk memfasilitas perundingan, mediasi, dan mewujudkan perdamaian."

Dia menambahkan Qatar juga memfasilitasi pembicaraan antara Amerika, Taliban, dan pemerintah Afghanistan.

Belum ada komentar dari pemerintah Amerika mengenai kabar mengejutkan tersebut.

Taliban membuka kantor politiknya di Qatar pada 2013.

Pernyataan Qahtani itu muncul setelah Presiden Amerika Donald Trump menuding Qatar secara historis mendanai terorisme di level sangat tinggi.

Hubungan Qatar dengan negara tetangganya memburuk setelah Arab saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Mesir, dan Yaman Senin pekan lalu memutuskan hubungan diplomatik. Mereka beralasan Qatar menyokong terorisme.

Arab Saudi, UEA, dan Bahrain juga melakukan blokade darat, laut, dan udara terhadap Qatar. Bareng Mesir, ketiga negara tersebut merilis daftar berisi 59 orang dan 12 lembaga, kebanyakan dari Qatar, diduga mendanai teroris.  

Penyair asal Qatar Muhammad bin Futais al-Marri. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan penyair karena bela Saudi

Qatar bulan lalu mencabut status kewarganegaraan atas 55 orang dari suku Al-Murrah.

Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani pada 16 Agustus 2017 bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Jeddah, Arab Saudi. (Supplied)

Qatar tahan 20 pangeran membangkang terhadap emir

Menurut para pangeran tersebut, mereka ditahan sebab memiliki hubungan langsung dengan Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Snapchat blokir Al-Jazeera di Arab Saudi

Layanan Al-Jazeera di Snapchat itu tersedia di Arab Saudi sejak Mei lalu.

Kepala suku Al-Marri Syekh Talib bin Muhammad bin Lahum bin Syuraim. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan 55 orang dari suku Al-Marri

Qatar pernah mencabut kewarganegaraan lebih dari enam ribu orang dari suku Al-Ghufran pada 2005, juga tanpa alasan jelas.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Ledakan bom pinggir jalan tewaskan mufti Damaskus

Syekh Adnan adalah ulama senior Suriah berperan penting dalam perundingan antara pemerintah dengan kubu pemberontak. 

23 Oktober 2020

TERSOHOR