kabar

Masjid di Abu Dhabi berganti nama jadi Masjid Maryam Ummu Isa

Pergantian dari nama Syekh Abu Zayid itu untuk mempromosikan toleransi.

16 Juni 2017 14:53

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) kemarin mengganti nama masjid di Ibu Kota Abu Dhabi, dari Syekh Muhammad bin Zayid menjadi Masjid Maryam Ummu Isa atau Maria Ibunya Yesus.

Kebijakan ini diambil untuk mempromosikan toleransi antar umat beragama. Perubahan nama masjid itu dilakukan atas perintah Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan.

Menteri Negara Urusan Toleransi UEA Syekha Lubna al-Qasimi bilang langkah tersebut menunjukkan kemanusiaan sejati dari Syekh Muhammad bin Zayid. Juga mencerminkan citra sejati dari toleransi dan koeksistensi ada di UEA.

Dia menambahkan masjid itu memang berlokasi di sebuah tempat di mana terdapat banyak rumah ibadah lainnya.

UEA Februari tahun lalu meresmikan Kementerian Toleransi. "Tujuannya untuk mempromosikan toleransi sebagai sebuah nilai fundamental dalam masyarakat UEA," kata Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum, Emir Dubai sekaligus Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA.

Presenter televisi di Uni Emirat Arab mencium dan meletakkan sandal milik Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid di atas kepalanya. (Screenshot)

Presenter televisi UEA cium sandal putera mahkota Abu Dhabi

Presenter ini kemudian meletakkan sandal itu di atas kepalanya.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan saat mengunjungi pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus pada September 2016. (Twitter/MohamedBinZayed)

Putera mahkota Abu Dhabi usulkan bunuh para pemimpin Taliban

Prince kemudian menetap di Abu Dhabi dan dibayar oleh Bin Zayid untuk membentuk pasukan bayaran di UEA, buat menghadapi perlawanan aktivis pro demokrasi.

Dataran Tinggi Golan. (Middle East Eye)

Trump: Amerika harus akui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan

Sejumlah pejabat Amerika bilang pengakuan resmi terhadap Golan sebagai wilayah Israel akan diberikan dalam satu pekan.

Gubernur Provinsi Qasim, Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Misyaal saat meresmikan sekolah mengemudi khusus perempuan di Universitas Qasim pada 18 Maret 2019. (Saudi Gazette)

70 ribu perempuan Arab Saudi sudah punya SIM

Sekolah mengemudi di Universitas Qassim itu merupakan sekolah mengemudi perempuan ketujuh di Arab Saudi.





comments powered by Disqus