kabar

Masjid di Abu Dhabi berganti nama jadi Masjid Maryam Ummu Isa

Pergantian dari nama Syekh Abu Zayid itu untuk mempromosikan toleransi.

16 Juni 2017 14:53

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) kemarin mengganti nama masjid di Ibu Kota Abu Dhabi, dari Syekh Muhammad bin Zayid menjadi Masjid Maryam Ummu Isa atau Maria Ibunya Yesus.

Kebijakan ini diambil untuk mempromosikan toleransi antar umat beragama. Perubahan nama masjid itu dilakukan atas perintah Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan.

Menteri Negara Urusan Toleransi UEA Syekha Lubna al-Qasimi bilang langkah tersebut menunjukkan kemanusiaan sejati dari Syekh Muhammad bin Zayid. Juga mencerminkan citra sejati dari toleransi dan koeksistensi ada di UEA.

Dia menambahkan masjid itu memang berlokasi di sebuah tempat di mana terdapat banyak rumah ibadah lainnya.

UEA Februari tahun lalu meresmikan Kementerian Toleransi. "Tujuannya untuk mempromosikan toleransi sebagai sebuah nilai fundamental dalam masyarakat UEA," kata Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum, Emir Dubai sekaligus Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA.

Ibu Kota Kairo, Mesir. (afrika.com)

PPMI Mesir keluhkan respon lambat KBRI soal penangkapan lima mahasiswa Indonesia

Sampai saat ini Muhammad Fitrah Nur Akbar masih ditahan di kantor Kepolisian Qism Tsani, Kairo, dengan alasan demi keamanan nasional tanpa penjelasan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Para pangeran senior Saudi bersatu lawan anak Raja Salman

Sekitar 95 persen dari tahanan rasuah di Hotel Ritz Carlton setuju menyerahkan harta mereka sebagai syarat pembebasan.

Penyanyi Yahudi saleh Yonatan Razel. (Ohad Romano Public Relations)

Penyanyi Yahudi saleh tampil dengan mata tertutup karena haram lihat penonton perempuan

Tahun lalu, dalam sebuah penampilan di Shiloh, dia menutupi wajahnya ketika penonton wanita mulai bergoyang.

Pemimpin milisi Al-Hutiyun Abdul Malik al-Hutiyun. (Al-Arabiya)

Tiga hal mesti diketahui soal mendiang Ali Abdullah Saleh

Saleh mengembuskan napas terakhirnya dengan menyisakan korupsi, perang, dan rakyat terbelah di negeri Arab termiskin tersebut.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

PPMI Mesir keluhkan respon lambat KBRI soal penangkapan lima mahasiswa Indonesia

Sampai saat ini Muhammad Fitrah Nur Akbar masih ditahan di kantor Kepolisian Qism Tsani, Kairo, dengan alasan demi keamanan nasional tanpa penjelasan.

10 Desember 2017

TERSOHOR