kabar

Qatar tolak 13 syarat buat normalisasi hubungan

"Isolasi itu soal membatasi kedaulatan Qatar dan mencampuri kebijakan luar negeri kami."

24 Juni 2017 13:15

Pemerintah Qatar menolak 13 syarat diminta Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir untuk menormalisasi hubungan. Keempat negara Arab ini memberi tenggat sepuluh hari bagi Qatar untuk menyetujui atau menolak.

"Daftar permintaan disampaikan melalui Kuwait oleh empat negara Arab itu tidak realistis dan mesti dikaji ulang," kata Menteri Luar Negeri Qatar Syekh Muhammad bin Abdurrahman ats-Tsani lewat keterangan tertulis hari ini.

Arab Saudi, UEA, Bahrain, Mesir, dan Yaman sejak 5 Juni lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Mereka beralasan negara Arab mungil itu menyokong terorisme. Arab Saudi UEA, dan Bahrain juga memberlakukan blokade darat, laut, dan udara terhadap Qatar.

Kementerian Luar Negeri Qatar bilang mereka menerima daftar persyaratan normalisasi hubungan itu Kamis lalu, seperti dilansir Qatar News Agency. Pemerintah Qatar akan mempelajari dulu syarat-syarat tersebut sebelum memberikan tanggapan resmi.

Daftar itu berisi 13 syarat, yakni Qatar harus memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, menutup pangkalan militer Turki, menghentikan latihan militer bareng NATO (Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara, Qatar mesti memutus hubungan dengan Al-Ikhwan al-Muslimun dan kelompok-kelompok lain, termasuk Hizbullah, Al-Qaidah, serta ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).

Qatar juga harus menutup stasiun televisi berita Al-Jazeera, menghentikan naturalisasi warga negara dari Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir, serta mengusir mereka yang sudah tinggal di sana. Qatar harus pula menyerahkan orang-orang dituduh terlibat terorisme, menyetop pendanaan bagi kelompok-kelompok teror.

"Daftar permintaan itu membenarkan apa yang Qatar bilang, blokade ilegal ini tidak ada kaitannya dengan memerangi terorisme," ujar Syekh Saif bin Ahmad ats-Tsani, direktur kantor komunikasi pemerintah Qatar. "Isolasi itu soal membatasi kedaulatan Qatar dan mencampuri kebijakan luar negeri kami."

Penyair asal Qatar Muhammad bin Futais al-Marri. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan penyair karena bela Saudi

Qatar bulan lalu mencabut status kewarganegaraan atas 55 orang dari suku Al-Murrah.

Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani pada 16 Agustus 2017 bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Jeddah, Arab Saudi. (Supplied)

Qatar tahan 20 pangeran membangkang terhadap emir

Menurut para pangeran tersebut, mereka ditahan sebab memiliki hubungan langsung dengan Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Snapchat blokir Al-Jazeera di Arab Saudi

Layanan Al-Jazeera di Snapchat itu tersedia di Arab Saudi sejak Mei lalu.

Kepala suku Al-Marri Syekh Talib bin Muhammad bin Lahum bin Syuraim. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan 55 orang dari suku Al-Marri

Qatar pernah mencabut kewarganegaraan lebih dari enam ribu orang dari suku Al-Ghufran pada 2005, juga tanpa alasan jelas.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Menteri luar negeri Yaman duduk di sebelah Netanyahu

Mikrofon di meja Netanyahu mati waktu dia ingin berbicara. Al-Yamani lantas memberikan mikroponnya untuk digunakan oleh pemimpin dari negara Zionis itu.

16 Februari 2019

TERSOHOR