kabar

Erdogan tolak tuntutan buat tutup pangkalan militer Turki di Qatar

Kerja sama militer Turki dan Qatar diteken pada 2014.

26 Juni 2017 11:41

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kemarin menolak tuntutan dari empat negara Arab pemboikot Qatar, agar Turki menutup pangkalan militernya di Qatar.

Erdogan menilai tuntutan dari keempat negara Arab tersebut tidak menghormati kedaulatan Turki. Dia menekankan tidak ada satu negara pun berhak mencampuri kerja sama Turki dengan negara lain.

"Sebanyak 13 permintaan itu bertentangan dengan hukum internasional karena Anda tidak bisa menyerang atau mencampuri kedaulatan sebuah negara," kata Erdogan usai salat idul Fitri di sebuah masjid di Kota Istanbul, Turki.

Penutupan pangkalan militer dan penarikan pasukan Turki dari Qatar termasuk dalam 13 syarat diajukan Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir untuk menormalisasi hubungan dengan Qatar.

Keempat negara Arab itu sejak 5 Juni lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Mereka beralasan negara mungil itu menyokong terorisme.

Pembukaan pangkalan militer Turki di Qatar sesuai perjanjian ditandatangani kedua negara tiga tahun lalu. Parlemen Turki meratifikasi kesepakatan ini awal bulan ini. Nantinya, akan ada seribu tentara Turki di pangkalan militer itu.

Erdogan juga menawarkan kalau Arab Saudi bersedia, Turki bisa membuka pangkalan militer di negara Kabah itu.  

Erdogan mendukung penolakan dilakukan Qatar terhadap 13 syarat diajukan Arab Saudi sekawan.

Penyair asal Qatar Muhammad bin Futais al-Marri. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan penyair karena bela Saudi

Qatar bulan lalu mencabut status kewarganegaraan atas 55 orang dari suku Al-Murrah.

Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani pada 16 Agustus 2017 bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Jeddah, Arab Saudi. (Supplied)

Qatar tahan 20 pangeran membangkang terhadap emir

Menurut para pangeran tersebut, mereka ditahan sebab memiliki hubungan langsung dengan Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Snapchat blokir Al-Jazeera di Arab Saudi

Layanan Al-Jazeera di Snapchat itu tersedia di Arab Saudi sejak Mei lalu.

Kepala suku Al-Marri Syekh Talib bin Muhammad bin Lahum bin Syuraim. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan 55 orang dari suku Al-Marri

Qatar pernah mencabut kewarganegaraan lebih dari enam ribu orang dari suku Al-Ghufran pada 2005, juga tanpa alasan jelas.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Menteri luar negeri Yaman duduk di sebelah Netanyahu

Mikrofon di meja Netanyahu mati waktu dia ingin berbicara. Al-Yamani lantas memberikan mikroponnya untuk digunakan oleh pemimpin dari negara Zionis itu.

16 Februari 2019

TERSOHOR