kabar

Burkini dilarang di Libanon

Pemakaian Burkini juga menjadi kontroversi di Eropa.

30 Juni 2017 17:13

Setelah pemakaian Burkini (pakaian renang bagi kaum muslimah) menjadi perdebatan kontroversial di Eropa, Libanon kini menjadi negara Arab pertama melarang burkini.

Tiga hari lalu, seorang perempuan di sebuah kawasan wisata pantai di Libanon dilarang ke pantai karena memakai Burkini, seperti dilansir Al-Arabiya.

Nura az-Zayyim bercerita dia waktu itu pelesiran ke pantai bareng keluarganya, termasuk anaknya baru berumur dua tahun. Tiba-tiba seorang penjaga pantai memanggil suaminya untuk memberitahu Nura tidak dibolehkan masuk ke pantai tersebut.

Nura protes. Dia bilang dirinya tidak melanggar aturan dan berhak ke pantai seperti warga negara Libanon lainnya. Namun penjaga pantai itu berkukuh tidak mengizinkan Nura karena dia tidak berpakaian renang selazimnya.

Ironisnya, Burkini dikenakan Nura dianggap bukan pankaian renang cocok di pantai yang kebanjiran pengunjung bercadar tapi tidak berpakaian renang.

Seorang lelaki Israel mengibarkan bendera Arab Saudi di Yerusalem pada 22 Agustus 2019. (Screengrab)

Lelaki Israel kibarkan bendera Arab Saudi di Yerusalem

Dia menyebut tindakannya itu sebagai perayaan atas terwujudnya perdamaian antara kedua negara.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Bumi kian panas, berhaji pada 2047-2052 berbahaya bagi kesehatan

Musim panas di Arab Saudi berlangsung saban Mei hingga Agustus.

Kota Istanbul, Turki. (thstregisistanbul.com)

Pelancong perempuan asal Arab Saudi diculik di Istanbul

gerombolan bersenjata menembak dan merampok barang-barang milik sekumpulan turis Arab Saudi sedang duduk di sebuah kafe di Istanbul Sabtu minggu lalu.

Pangeran Turki bin Abdullah bin Abdul Aziz. (Flickr)

Pangeran Arab Saudi berusaha bunuh diri dalam penjara

Putra dari mendiang Raja Abdullah bin Abdul Aziz itu termasuk dalam lusinan pangeran, konglomerat, dan pejabat ditangkap atas tuduhan korupsi sejak dua tahun lalu.





comments powered by Disqus