kabar

Tolak 13 tuntutan empat negara pemboikot, Qatar siap hadapi sanksi lanjutan

"Kami tidak takut atas tindakan apapun bakal diambil. Qatar siap menghadapi konsekuensi apa saja," tutur Syekh Muhammad bin Abdurrahman ats-Tsani.

02 Juli 2017 17:37

Menteri Luar Negeri Qatar Syekh Muhammad bin Abdurrahman ats-Tsani kemarin menegaskan negaranya tidak takut terhadap kemungkinan serangan militer karena menolak 13 tuntutan diajukan empat negara Arab pemboikot.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir telah mengajukan 13 syarat untuk menormalisasi hubungan. Di antaranya Qatar harus memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, menutup stasiun televisi Al-Jazeera, memutus hubungan dengan beragam kelompok dicap teroris, termasuk Al-Ikhwan al-Muslimun, Hamas, dan Hizbullah, serta menutup pangkalan militer di Turki.

Kepada wartawan di Ibu Kota Roma, Italia, Syekh Muhammad bin Abdurrahman ats-Tsani bilang 13 permintaan keempat negara Arab itu memang pantas ditolak. "Kami meyakini dunia diatur oleh hukum internasional dan tidak membolehkan negara-negara besar melecehkan negara-negara kecil," ujarnya. "Tidak satu pihak pun berhak mengeluarkan ultimatum kepada sebuah negara berdaulat."

Penolakan Qatar tersebut disampaikan menjelang ditetapkan Arab Saudi sekawan menjelang berakhirnya tenggat besok. "Kami tidak takut atas tindakan apapun bakal diambil. Qatar siap menghadapi konsekuensi apa saja," tutur Syekh Muhammad bin Abdurrahman ats-Tsani.

Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir sejak 5 Juni lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Mereka beralasan negara Arab mungil itu menyokong terorisme. Arab Saudi, UEA, dan Bahrain juga memberlakukan blokade darat, laut, dan udara terhadap Qatar.

Penyair asal Qatar Muhammad bin Futais al-Marri. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan penyair karena bela Saudi

Qatar bulan lalu mencabut status kewarganegaraan atas 55 orang dari suku Al-Murrah.

Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani pada 16 Agustus 2017 bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Jeddah, Arab Saudi. (Supplied)

Qatar tahan 20 pangeran membangkang terhadap emir

Menurut para pangeran tersebut, mereka ditahan sebab memiliki hubungan langsung dengan Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Snapchat blokir Al-Jazeera di Arab Saudi

Layanan Al-Jazeera di Snapchat itu tersedia di Arab Saudi sejak Mei lalu.

Kepala suku Al-Marri Syekh Talib bin Muhammad bin Lahum bin Syuraim. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan 55 orang dari suku Al-Marri

Qatar pernah mencabut kewarganegaraan lebih dari enam ribu orang dari suku Al-Ghufran pada 2005, juga tanpa alasan jelas.





comments powered by Disqus