kabar

Mesir tangkap putri dan mantu Syekh Yusuf Qaradawi

Seperti ayahnya, Ula Qaradawi dan suaminya, Husam Khalaf, dikenai tuduhan terlibat terorisme.

03 Juli 2017 19:10

Polisi Mesir kemarin menangkap putri dan mantu dari Syekh Yusuf al-Qaradawi, ulama tersohor asal Mesir dan menetap di Qatar. Keduanya dibekuk di sebuah kawasan wisata pantai dan ditahan di Kejaksaan Aleksandria.

Ula al-Qaradawi dan suaminya, Husam Khalaf, anggota senior Partai Wasat, ditahan selama 15 hari mulai hari ini untuk menjalani pemeriksaan dengan tuduhan merencanakan serangan teror terhadap pasukan keamanan Mesir. Keduanya juga dituding menjadi anggota kelompok terlarang, merujuk pada Al-Ikhwan al-Muslimun telah ditetapkan pemerintah mesir sebagai organisasi teroris sejak 2013.

Penangkapan ini berlangsung di tengah pemutusan hubungan diplomatik oleh empat negara Arab - Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir - terhadap Qatar. Keempat negara ini juga sudah melansir daftar berisi 59 individu, termasuk Syekh Yusuf Qaradawi, dan 12 lembaga diyakini mendukung terorisme.

Kairo telah meminta Doha mengekstradisi Syekh Yusuf Qaradawi. Ulama 91 tahun ini dianggap sebagai pemimpin spiritual Al-Ikhwan dan menjadi buronan atas beragam perkara terkait terorisme dan hasutan atas pemerintah.

Beberapa anggota Partai Wasat, dibentuk oleh para anggota membelot dari Al-Ikhwan pada 1996, sedang mendekam dalam penjara atas dakwaan terorisme.

Sejumlah pejabat Mesir menjelaskan kepada Al-Arabiya, Ula Qaradawi memiliki dua kewarganegaraan, yakni Mesir dan Qatar. Dia telah bekerja bertahun-tahun di Kedutaan Besar Qatar di Ibu Kota Kairo.

Syekh Yusuf Qaradawi mempunya tujuh anak: empat perempuan dan tiga lelaki. Ilham sarjana Fisika dari Universitas London, Siham sarjana Kimia dari sebuah universitas di Inggris, Ula sarjana lulusan Universitas Texas, dan anak perempuan termuda, Asma, lulusan Universitas Nottingham.

Ilham Qaradawi, kelahiran Mesir pada 9 September 1959, kini bekerja sebagai profesor Fisika Nuklir di Universitas Qatar. Siham Qaradawi, kelahiran Mesir pada 5 September 1960, bekerja menjadi profesor Kimia.

Putra tertua Syekh Yusuf Qaradawi, Muhammad, dilahirkan di mesir pada pertengahan Oktober 1967 dan kuliah di Amerika Serikat. Adiknya, Usamah, kelahiran 10 Februari 1972, juga belajar di Amerika. Abdurrahman, kelahiran 18 September 1970, satu-satunya anak Syekh Yusuf Qaradawi belajar di kampus syariah di Qatar.

Mantan Presiden Mesir Muhammad Mursi. (cnn.com)

Mursi: Saya akan simpan rahasia ini sampai mati

Mursi meninggal akibat serangan jantung.

Seorang pemberontak menginjak poster Qaddafi di depan gerbang Bab al-Aziziyah, kompleks kediaman pemimpin Libya Muammar Qaddafi, di Ibu Kota Tripoli pada September 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Parlemen Libya tetapkan Al-Ikhwan al-Muslimun organisasi teroris

Seorang anggota Al-Ikhwan meminta intervensi militer Turki di Libya.

Hasan al-Banna, pendiri kelompok Al-Ikhwan al-Muslimun. (biography.com)

Semua jalan di Mesir memakai nama tokoh Al-Ikhwan al-Muslimun diganti

Ada puluhan jalan di Kairo, Qalibya, Aleksandria, Gharbiya, Daqahliya, Manufia, Bani Suaif, dan Mina memakai nama Hasan al-Banna dan Sayyif Qutb.

Syekh Yusuf al-Qaradawi, ulama Mesir bermukim di Ibu Kota Doha, Qatar. (Twitter)

Syekh Yusuf Qaradawi: Memberi makan orang lapar lebih baik ketimbang berhaji atau berumrah tiap tahun

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir menempatkan Syekh Yusuf dalam daftar teroris pada 8 Juni 2017, tiga hari setelah keempat negara Arab ini memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.





comments powered by Disqus