kabar

Mesir tangkap empat mahasiswa Indonesia

Mereka dituduh terlibat gerakan radikal dan akan segera dideportasi.

05 Juli 2017 19:05

Polisi Mesir awal Juni lalu menangkap empat mahasiswa Universitas Al-Azhar asal Indonesia. Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ibu Kota Kairo menerima kabar itu pada 6 Juni setelah mendapat telepon dari Rifai Mujahidin al-Haq, seperti dilansir siran pers KBRI Kairo diterima Albalad.co hari ini.  

Rifai (mahasiswa tingkat kedua, Usuludin, Universitas Al-Azhar, asal Balikpapan, status menikah dengan Fatimah al-Zahra) ditangkap bersama Adi Kurniawan (mahasiswa S2 Al-Azhar, asal Bandung), Achmad Affandy Abdul Muis (mahasiswa tingkat pertama, Fakultas Syariah, Universitas Al-Azhar, asal Lampung), dan Mufqi al-Banna (mahasiswa tingkat pertama, Fakultas Syariah, Jurusan Syariah Islamiyah, Universitas Al-Azhar).
        
Penangkapan itu terjadi saat keempat mahasiswa tersebut hendak membeli bahan makanan untuk berbuka puasa di pasar. Tiba-tiba mereka didatangi oleh polisi menahan mereka di kantor Kepolisian Resor Samanud, meski telah menunjukkan paspor asli, izin tinggal masih berlaku, dan kartu mahasiswa Al-Azhar.

Menurut informasi dari seorang mahasiswa berada di Kota Samanud, penangkapan itu dilakukan saat melakukan razia, sehingga polisi menangkap beberapa orang, warga mesir dan warga negara asing, termasuk Indonesia, karena dicurigai terlibat gerakan radikalisme.  
        
KBRI Kairo kemudian menghubungi pihak keamanan nasional menangani Kedutaan-kedutaan asing di Mesir, namun mereka tidak memilki informasi mengenai hal tersebut.

Pada 7 Juni lalu, KBRI mendatangi kantor polisi Samanud dan menyerahkan kelengkapan data paspor dan izin tinggal masih berlaku dari keempat mahasiswa itu. Namun polisi tidak dapat membebaskan ketiga mahasiswa Indonesia ini karena kasusnya telah dilimpahkan dan diproses oleh pihak keamanan nasional.

Pada 21 Juni, KBRI bertemu Kepala Intelijen dan WNA Imigrasi Mogamma at-Tahrir. Dia memberitahu Mufqi al-Banna ditahan di Aga, Provinsi Ad-Dakahlia, sekitar 15 kilometer dari Kota Mansurah.

KBRI lalu mengunjungi kantor polisi Aga pada 21 Juni dan diterima oleh Kolonel Faiq az-Zaki. Dia mengatakan telah ada keputusan Menteri Dalam Negeri Mesir bersifat final, yakni empat mahasiswa tersebut akan dideportasi ke Indonesia dalam waktu dekat dengan alasan keamanan.

Dua hari berselang, KBRI diberitahu, keempat mahasiswa Indonesia itu akan dideportasi setelah Idul Fitri. Pihak imigrasi Mesir meminta kepada keluarga dari empat mahasiswa tersebut untuk menyiapkan tiket pesawat untuk pemulangan mereka.

Hingga saat ini,  KBRI Kairo belum pernah menerima pemberitahuan resmi dari pemerintah Mesir mengenai latar belakang dan alasan penangkapan atas empat mahasiswa Indonesia itu.

Menteri Luar Negeri Yaman duduk di samping Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat pembukaan konferensi perdamaian di Timur Tengah, digelar pada 14 Februari di Ibu Kota Warsawa, Polandia. (Arab Observer)

Menteri luar negeri Yaman duduk di sebelah Netanyahu

Mikrofon di meja Netanyahu mati waktu dia ingin berbicara. Al-Yamani lantas memberikan mikroponnya untuk digunakan oleh pemimpin dari negara Zionis itu.

Kuasa Usaha Sementara Indonesia untuk Suriah Didi Wahyudi pada Jumat, 28 Agustus 2015, melepas 13 tenaga kerja perempuan akan dipulangkan ke Indonesia. (KBRI Damaskus buat Albalad.co)

KJRI Jeddah berhasil dapatkan uang diyat bagi keluarga warga Indonesia dibunuh

Pihak majikan sepakat untuk memenuhi hak korban senilai 200 ribu riyal, meliput uang diyat syari sebesar 55 ribu riyal, sisa gaji almarhumah belum dibayar 32.400 riyal, dan santunan senilai 112.600 riyal.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat mengunjungi Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 12 Februari 2019. (Twitter)

Putera mahkota Saudi tiba di Jakarta Senin sore

Ini bakal menjadi lawatan luar negeri pertama Bin Salman setelah citra Saudi dan dirinya ternoda akibat pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi.

Putera Mahkota Arab Saudi bin Salman saat berada di atap Kabah pada 12 Februari 2019. (Twitter)

Anak Raja Salman dikecam karena naik ke atap Kabah

Ratusan aparat keamanan mengelilingi Kabah dan hanya menyisakan dua jalur bagi jamaah buat bertawaf.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Menteri luar negeri Yaman duduk di sebelah Netanyahu

Mikrofon di meja Netanyahu mati waktu dia ingin berbicara. Al-Yamani lantas memberikan mikroponnya untuk digunakan oleh pemimpin dari negara Zionis itu.

16 Februari 2019

TERSOHOR