kabar

Blokade berlanjut karena Qatar tolak tuntutan negara pemboikot

"Kami melakukan ini bukan untuk menyakiti Qatar, kami mau menolong Qatar."

06 Juli 2017 18:43

Empat negara Arab pemboikot - Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir - menyatakan blokade atas Qatar tetap berlanjut karena negara Arab mungil itu menolak 13 syarat buat menormalisasi hubungan.

Keempat negara itu tadinya memberi tenggat sepuluh hari bagi Qatar, berakhir Ahad lalu, untuk menyetujui ke-13 syarat tersebut. Batas waktu diperpanjang sampai Selasa lalu.

Keputusan itu diambil kemarin setelah menteri luar negeri dari keempat negara pengisolasi Qatar itu mengadakan pertemuan di Ibu Kota Kairo, Mesir. Mereka sangat kecewa karena Qatar tidak mau menyetujui tuntutan mereka.

"Boikot akan tetap berlanjut," kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adil al-Jubair dalam jumpa pers usai pertemuan di Kairo."Kami melakukan ini bukan untuk menyakiti Qatar, kami mau menolong Qatar."

Sebanyak 13 syarat diajukan itu termasuk Qatar harus memutuskan hubungan dengan Iran, menutup stasiun televisi Al-Jazeera, dan menutup pangkalan militer Turki di negaranya.

Keempat negara itu memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar sejak 5 Juni lalu. Mereka beralasan Qatar menyokong terorisme. Arab Saudi, UEA, dan Bahrain juga memberlakukan blokade darat, laut, dan udara terhadap Qatar.

Penyair asal Qatar Muhammad bin Futais al-Marri. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan penyair karena bela Saudi

Qatar bulan lalu mencabut status kewarganegaraan atas 55 orang dari suku Al-Murrah.

Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani pada 16 Agustus 2017 bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Jeddah, Arab Saudi. (Supplied)

Qatar tahan 20 pangeran membangkang terhadap emir

Menurut para pangeran tersebut, mereka ditahan sebab memiliki hubungan langsung dengan Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Snapchat blokir Al-Jazeera di Arab Saudi

Layanan Al-Jazeera di Snapchat itu tersedia di Arab Saudi sejak Mei lalu.

Kepala suku Al-Marri Syekh Talib bin Muhammad bin Lahum bin Syuraim. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan 55 orang dari suku Al-Marri

Qatar pernah mencabut kewarganegaraan lebih dari enam ribu orang dari suku Al-Ghufran pada 2005, juga tanpa alasan jelas.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

tkw suriah

KJRI Jeddah berhasil dapatkan uang diyat bagi keluarga warga Indonesia dibunuh

Pihak majikan sepakat untuk memenuhi hak korban senilai 200 ribu riyal, meliput uang diyat syari sebesar 55 ribu riyal, sisa gaji almarhumah belum dibayar 32.400 riyal, dan santunan senilai 112.600 riyal.

15 Februari 2019

TERSOHOR