kabar

Ratusan unta milik warga Qatar mati kehausan di perbatasan Arab Saudi

"Unta-unta itu mati kehausan karena tidak tahu harus pergi ke mana."

12 Juli 2017 07:26

Ratusan unta milik warga Qatar mati kehausan di perbatasan Arab Saudi dengan Qatar, setelah kedua negara itu terlibat sengketa diplomatik. Sebagian ubta lainnya terbunuh di pinggir jalan setelah para pemiliknya cuma diber waktu sejam buat meninggalkan Arab Saudi.

Setelah Arab Saudi menutup perbatasan daratnya dengan Qatar awal bulan lalu, Riyadh langsung mengusir 15 ribu unta dan sepuluh ribu domba. Para peternak Qatar memang menjadikan wilayah Arab Saudi sebagai tempat menggembala unta dan domba mereka.

"Saya telah kembali dari Arab Saudi. Saya melihat lebih dari seratus unta meninggal di jalan dan ratusan unta serta domba lainnya hilang," kata Husain al-Marri dari Abu Samra, Qatar.

Seorang petani Qatar menolak ditulis identitasnya bilang dia kehilangan 50 domba dan lima untanya. "Saya tidak tahu nasib mereka," ujarnya.

Arab Saudi bareng Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir sejak 5 Juni lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Mereka beralasan negara Arab supertajir itu menyokong terorisme. Arab Saudi, UEA, dan Bahrain juga memberlakukan blokade darat, laut, dan udara terhadap Qatar.

Sejumlah laporan media Qatar menyebutkan sebanyak seratus bayi unta mati dalam perjalanan menyulitkan untuk kembali dari Arab Saudi. "Situasinya benar-benar sulit. Unta-unta itu mati kehausan karena tidak tahu harus pergi ke mana," tutur pemilik unta dari Qatar Said al-Hajari. "Banyak yang patah kaki dan luka."

Sekarang ini sudah lebih dari delapan ribu unta berhasil diselematkan di perbatasan Qatar. Doha menerjunkan pasokan makanan, minuman, dan para ahli gizi binatang untuk memeriksa unta-unta baru diusir dari Arab Saudi.

Para pejabat Qatar menjelaskan saat ini terdapat sekitar satu juta hewan ternak di negara itu. Kebanyakan domba dan kambing, serta 70 ribu unta.

Penyair asal Qatar Muhammad bin Futais al-Marri. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan penyair karena bela Saudi

Qatar bulan lalu mencabut status kewarganegaraan atas 55 orang dari suku Al-Murrah.

Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani pada 16 Agustus 2017 bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Jeddah, Arab Saudi. (Supplied)

Qatar tahan 20 pangeran membangkang terhadap emir

Menurut para pangeran tersebut, mereka ditahan sebab memiliki hubungan langsung dengan Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Snapchat blokir Al-Jazeera di Arab Saudi

Layanan Al-Jazeera di Snapchat itu tersedia di Arab Saudi sejak Mei lalu.

Kepala suku Al-Marri Syekh Talib bin Muhammad bin Lahum bin Syuraim. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan 55 orang dari suku Al-Marri

Qatar pernah mencabut kewarganegaraan lebih dari enam ribu orang dari suku Al-Ghufran pada 2005, juga tanpa alasan jelas.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Pencarian pemuda Israel hilang di Bali dihentikan

Aviv berlibur ke Bali sendirian dan ini merupakan lawatan pertamanya ke Indonesia. Dia tiba di Bali pada 25 Mei lalu.

16 Juli 2019

TERSOHOR