kabar

Arab Saudi akan berlakukan pelajaran olahraga bagi pelajar perempuan

Ulama-ulama Arab Saudi menganggap olahraga untuk perempuan adalah budaya Barat.

12 Juli 2017 14:34

Kementerian Pendidikan Arab Saudi kemarin mengumumkan bakal memberlakukan pelajaran olahraga bagi pelajar perempuan di semua sekolaj mulai tahun ajaran baru 2017-2018.

Dengan keputusan Menteri Pendidikan Ahmad al-Isa itu, seluruh sekolah negeri di seantero Arab Saudi harus memiliki pusat kebugaran dan instruktur berkualitas. 

Selama ini yang boleh mengikuti pelajaran olahraga di Arab Saudi hanya murid lelaki. Sebab untuk perempuan dianggap tidak sopan dan merupakan budaya Barat.

Majelis Syura Arab Saudi sebenarnya sejak 2014 sudah menyetujui penerapan pelajaran olahraga bagi murid perempuan di semua sekolah, namun keputusan itu belum dilaksanakan. Namun di beberapa sekolah swasta, perempuan boleh mengikuti pelajaran olahraga.

Sultan A.J. bankir memiliki putra berusia tujuh tahun dan putri berumur lima tahun, bergembira atas kebijakan tersebut. "Saya sekarang tahu anak perempuan saya akan memiliki kesempatan sama dengan abangnya ketika ada kegiatan olahraga di sekolah," katanya.

Keputusan menteri pendidikan itu juga mencakup pembentukan sebuah komite pengawas. Kebijakan ini keluar setelah sebuah tim diketuai menteri melakukan studi selama tiga bulan.

Lina K. al-Maina mengaku amat senang atas keputusan menteri pendidikan tersebut. "Ini (kemarin) adalah hari bersejarah bagi semua pelajar perempuan Saudi," katanya.

 

 

 

Seorang pemberontak menginjak poster Qaddafi di depan gerbang Bab al-Aziziyah, kompleks kediaman pemimpin Libya Muammar Qaddafi, di Ibu Kota Tripoli pada September 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Perebutan Tripoli tewaskan 278 orang

Situasi keamanan di Libya terus memburuk setelah rezim Muammar al-Qaddafi tumbang pada 2011.

Upacara peletakan batu pertama pembangunan kuil Hindu perdana di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 20 April 2019. (Gulf Business)

Kuil Hindu pertama dibangun di Abu Dhabi

Ini juga bakal menjadi kuil Hindu perdana di Timur Tengah.

Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum, Emir Dubai sekaligus Wakil Presiden dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab. (Arabian Business)

UEA bentuk Kementerian Kemungkinan pertama di dunia

Tiga tahun lalu, UEA membentuk Kementerian Kebahagiaan dan Kementerian Toleransi, juga pertama di dunia.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman larang pangeran-pangeran tidak setia pergi keluar negeri

Masih ada sekitar seratus anggota keluarga kerajaan menghuni penjara bawah tanah di istana Bin Salman.





comments powered by Disqus