kabar

Dua pelancong Jerman tewas ditikam di Mesir

Teror itu terjadi setahun setelah serangan serupa juga terjadi di Hurghada.

15 Juli 2017 07:02

Dua pelancong asal Jerman tewas dan empat turis asing lainnya luka di sebuah kawasan wisata di tepi Laut Merah kemarin, saat seorang lelaki menikam mereka berkali-kali dengan pisau.

Semua korban adalah perempuan.

Serangan terjadi di Hurghada, berjarak sekitar 402 kilometer sebelah selatan Ibu Kota Kairo, itu merupakan teror pertama terhadap warga asing dalam kurun lebih dari setahun. Insiden ini berlangsung beberapa setelah paginya teroris membunuh lima polisi di luar Kairo.

Lewat keterangan tertulis, Kementerian Dalam Negeri Mesir menjelaskan pelaku datang dengan berenang dari pantai umum berdekatan dengan lokasi kejadian. Sejumlah saksi menyebutkan tersangka adalah lelaki berumur 20-an tahun, bercelana jins dan berkaus oblong hitam. Dia berteriak dalam bahasa Arab tidak akan menyerang orang Mesir.

Sehabis menikam empat perempuan di Hotel Zahabia, termasuk dua wisatawan Jerman akhirnya meninggal, pelaku kemudian berenang lagi menuju Hotel Sunny Days El Palacio. Di sana, dia menusuk dua turis asing sebelum ditangkap.

Kementerian Dalam Negeri Mesir bilang pihak keamanan masih menyelidiki motif penyerangan. Sejauh ini belum ada pihak mengaku bertanggung jawab.

Seorang karyawan di Hotel Sunny Days El Palacio dan menyaksikan kejadian bercerita pelaku berteriak "Kalian kafir!" setelah menusuk dua korbannya.

Teror serupa terjadi di Hurghada Januari tahun lalu, ketika dua simpatisan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) menyerang pelancong Eropa di teras hotel. Tiga orang luka dalam peristiwa itu. Polisi menembak mati satu tersangka dan melukai seorang lagi.

Seorang dokter di Rumah Sakit Umum Hurghada mengatakan empat korban cedera dalam teror kemarin berasal dari Rusia, Armenia, dan Ceko. Satu dokter lagi membenarkan dua turis Jerman meninggal akibat luka di leher dan dada.

Industri wisata di Mesir sejatinya mulai pulih setelah mencapai titik nadir pada 2015, ketika sebuah pesawat penumpang Rusia, lepas landas dari Syarm asy-Syekh, meledak di atas Semenanjung Sinai. Kejadian ini menewaskan 224 orang. Sejak saat itu, Rusia dan Inggris melarang maskapainya terbang ke sana.

Para tuirs kemudian pindah ke kawasan wisata Hurghada, disukai pelancong asal Eropa Timur. Di hari kejadian, maskapai asal Jerman, Turki, Ceko, Polandia, Hungaria, dan Slowakia tiba di sana.

Sebelum revolusi meletup di Mesir pada 2011, saban tahun 15 juta turis asing datan ke negara Nil itu. Tahun lalu, pelancong asing mengunjungi Mesir berjumlah 5,3 juta.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat mengunjungi Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 12 Februari 2019. (Twitter)

Bin Salman perintahkan pembebasan segera 2.107 warga Pakistan dari penjara di Saudi

Bin Salman bilang dirinya adalah duta besar Pakistan untuk Arab Saudi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Maroko Nasir Burita. (Middle East Monitor)

Netanyahu bertemu menteri luar negeri Maroko

Netanyahu dijadwalkan ke negara Arab magribi itu bulan depan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat mengunjungi Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Bandar al-Galud)

Putera mahkota Arab Saudi batalkan lawatan ke Indonesia

Kunjungan ke Mayasia juga dibatalkan.

Menteri Luar Negeri Yaman duduk di samping Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat pembukaan konferensi perdamaian di Timur Tengah, digelar pada 14 Februari di Ibu Kota Warsawa, Polandia. (Arab Observer)

Menteri luar negeri Yaman duduk di sebelah Netanyahu

Mikrofon di meja Netanyahu mati waktu dia ingin berbicara. Al-Yamani lantas memberikan mikroponnya untuk digunakan oleh pemimpin dari negara Zionis itu.





comments powered by Disqus