kabar

Arab Saudi minta Indonesia kirim pasukan untuk perangi pemberontak di Yaman

Sudan menyanggupi permintaan Saudi asal dibayar US$ 1 miliar untuk tiap seribu tentara.

16 Juli 2017 21:37

Pemerintah Arab Saudi telah meminta kepada Indonesia untuk mengirim pasukan untuk membantu memerangi pemberontak Syiah Al-Hutiyun di Yaman.

Menurut seorang sumber Albalad.co dekat dengan lingkaran kekuasaan di Yaman, permintaan itu dibahas dalam pertemuan antara Presiden Yaman Abdu Rabbu mansur Hadi saat ke Jakarta awal Maret lalu. "Di Jakarta dia membahas isu itu dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz," katanya dua hari lalu.

Dia menambahkan selama lawatannya ke Jakarta Presiden Hadi dua kali bertemu Raja Salman. Namun dia mengaku tidak mengetahui apakah permintaan pasukan Indonesia itu diterima oleh Jakarta.

Hingga berita ini dilansir, belum diketahui apakah pemerintah bersedia memenuhi permintaan Arab Saudi itu.

Sejak Maret 2015, Arab Saudi memimpin koalisi pasukan Arab untuk menggempur milisi Al-Hutiyun di Yaman. Namun untuk pasukan daratnya, Saudi menyewa tentara asing.

Baru-baru ini, Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman juga meminta tambahan pasukan kepada Presiden Sudan Umar al-basyir untuk berperang di Yaman. Tambahan seribu tentara tersebut buat menggantikan seribu serdadu Qatar mundur dari pasukan koalisi Arab, setelah negara itu bersengketa diplomatik dengan Arab Saudi.

Seperti dilansir dari situs berbahasa Arab New Khalij, Presiden Basyir mengaku sanggup memenuhi asal dibayar US$ 1 miliar untuk tiap seribu tentara. 

Arab Saudi terlihat kewalahan menghadapi perang di Yaman. Citra negara Kabah itu ambruk setelah palagan tersebut mengakibatkan lima juta anak di Yaman menderita kurang gizi dan 300 ribu terkena wabah kolera. 

Facebook menghapus artikel the New York Times soal gadis kelaparan di Yaman. (Al-Bawaba)

Facebook hapus artikel soal gadis kelaparan di Yaman

Sejatinya, artikel ini mengecam keterlibatan Arab Saudi dan UEA karena menciptakan krisis kemanusiaan terbesar di Yaman.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Argentina selidiki dugaan kejahatan perang anak Raja Salman dalam Perang Yaman

Save the Children mengatakan 85 ribu anak berumur di bawah lima tahun mati kelaparan di Yaman sejak 2015.

Nura, bukan nama sebenarnya, menjadi cacat akibat serangan udara pasukan koalisi Arab Saudi di Yaman pada 2015. (Save the Children)

Dua pilot Arab Saudi tewas di Yaman

Keterlibatan pasukan koalisi Saudi di Yaman membikin negara Saba itu mengalami tragedi kemanusiaan.

Nura, bukan nama sebenarnya, menjadi cacat akibat serangan udara pasukan koalisi Arab Saudi di Yaman pada 2015. (Save the Children)

Pasukan koalisi Arab Saudi akui ledakkan bus sekolah menewaskan 40 anak di Yaman

Dua pekan setelah pengeboman bus sekolah di Saadah, serangan pasukan koalisi dipimpin Arab Saudi terhadap Kota Al-Hudaidah menewaskan paling sedikit 26 anak.





comments powered by Disqus