kabar

Setelah tiga pekan putus, Internet di Somalia hidup lagi

Matinya Internet itu mengakibatkan Somalia rugi US$ 10 juta sehari.

18 Juli 2017 21:21

Jaringan Internet di seantero Somalia kembali menyala setelah lebih dari tiga pekan putus, sehingga mengakibatkan negara di tanduk Benua Afrika itu rugi US$ 10 juta sehari.

Hormuud Telecom, perusahaan telekomunikasi terbesar di Somalia, telah mengumumkan kembali beroperasinya Internet di negara itu melalui sebuah pesan kepada para pelanggannya.

Terputusnya jaringan Internet itu menyebabkan kemarahan di seantero Somalia dan berpengaruh di wilayah tengah dan selatan negara tersebut, termasuk Ibu Kota Mogadishu. Pemerintah menyebut matinya Internet ini sebagai bencana besar.

Para pejabat Somalia dan penyedia layanan Internet menyebutkan matinya Internet karena kabel bawah laut putus oleh sebuah kapal komersial.

Perusahaan-perusahaan besar melaporkan mereka kehilangan pendapatan jutaan dolar Amerika Serikat. Kegiatan kuliah juga terganggu.

Para penduduk di Mogadishu merayakan kembali beroperasinya Internet. "Ini sangat membantu," kata Abdi Rasyid Duale, CEO Dahabshiil, perusahaan remiten internasional terbesar di Somalia. "Matinya Internet merugikan banyak pelanggan kami."

Tidak adanya sambungan Internet juga menghambat pasien-pasien ingin berobat keluar negeri. "Putusnya Internet membuat ayah saya terjebak di Mogadishu," ujar Nur Husain. "Sekarang kami dapat membawa dia ke India setelah semua catatan medisnya bisa didaftarkan via Internet."

Seorang lelaki Israel mengibarkan bendera Arab Saudi di Yerusalem pada 22 Agustus 2019. (Screengrab)

Lelaki Israel kibarkan bendera Arab Saudi di Yerusalem

Dia menyebut tindakannya itu sebagai perayaan atas terwujudnya perdamaian antara kedua negara.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Bumi kian panas, berhaji pada 2047-2052 berbahaya bagi kesehatan

Musim panas di Arab Saudi berlangsung saban Mei hingga Agustus.

Kota Istanbul, Turki. (thstregisistanbul.com)

Pelancong perempuan asal Arab Saudi diculik di Istanbul

gerombolan bersenjata menembak dan merampok barang-barang milik sekumpulan turis Arab Saudi sedang duduk di sebuah kafe di Istanbul Sabtu minggu lalu.

Pangeran Turki bin Abdullah bin Abdul Aziz. (Flickr)

Pangeran Arab Saudi berusaha bunuh diri dalam penjara

Putra dari mendiang Raja Abdullah bin Abdul Aziz itu termasuk dalam lusinan pangeran, konglomerat, dan pejabat ditangkap atas tuduhan korupsi sejak dua tahun lalu.





comments powered by Disqus