kabar

Polisi Arab Saudi bebaskan gadis memakai rok mini

Dia tidak dikenai dakwaan apapun.

21 Juli 2017 21:42

Polisi Arab Saudi akhirnya membebaskan seorang gadis telah menggegerkan negara Kabah itu lantaran tampil di tempat terbuka memakai rok mini dan kaus ketat.

Rekaman videonya diunggah peertama kali di Snapchat akhir pekan lalu dan langsung tersiar luas di media sosial lainnya. Para pengguna media sosial terbelah: yang mendukung bilang semua orang berhak memiliki kebebasan berpakaian. Ini kali pertama seorang gadis Saudi nekat memakai rok mini dan kaus ketat.

Sedangkan yang menentang mengatakan cara berpakaian perempuan tersebut tidak sopan dan melanggar tradisi Arab saudi. Kaum hawa di negeri Dua Kota Suci ini mesti berabaya dan berjilbab serba hitam bila keluar rumah.

Kepada penyelidik, gadis tidak dibuka identitasnya itu mengaku memang dirinya yang ada dalam video menghebohkan tersebut, direkam saat dia pelesiran ke benteng bersejarah di Usyaiqir, desa di Provinsi Najd. Dia bilang dia ke sana ditemani lelaki muhrimnya, tapi tidak jelas apakah ayah, suami, atau saudara kandungnya.

Perempuan ini menyatakan dirinya tidak tahu kalau video itu diunggah ke media sosial.

Polisi akhirnya membebaskan gadis itu Selasa malam lalu tanpa dikenai dakwaan.

Ulama Arab Saudi Syekh Ahmad al-Ghamdi. (Al-Arabiya/Supplied)

Ulama Arab Saudi sebut berabaya tidak diwajibkan dalam ajaran Islam

Sejumlah hadis menyebutkan istri-istri Nabi Muhammad mengenakan pakaian beragam warna, seperti kuning dan merah.

Sekelompok perempuan Arab Saudi berjoging di Kota Jeddah pada 9 Maret 2018. (Al-Arabiya/Supplied)

Tabrak tabu, sekelompok perempuan Saudi joging di Jeddah

Setelah diizinkan ke stadion buat menonton sepak bola, bekerja, ikut klub kebugaran, dan pelajar putri boleh mengikuti pelajaran olahraga, kaum hawa di Saudi mulai Juni tahun ini akan diperkenankan mengemudi mobil dan mengendarai sepeda motor.

Perempuan Arab Saudi di stadion. (Saudi Gazette)

Ulama senior Saudi sebut perempuan tidak wajib berabaya

Selama ini kaum hawa di negeri Dua Kota Suci tersebut wajib berabaya dan berjilbab serba hitam di tempat umum.

Perempuan Arab Saudi di stadion saat perayaan hari berdirinya negara itu pada September 2017. (Arab News)

Perempuan Arab Saudi diizinkan menonton di stadion mulai Jumat pekan ini

Raja Salman bin Abdul Aziz juga sudah memutuskan perempuan Saudi boleh menyetir mobil dan mengendarai sepeda motor mulai Juni tahun ini.





comments powered by Disqus