kabar

Ulama Syiah berpengaruh asal Irak bertemu Putera Mahkota Arab Saudi

Muqtada Sadr terakhir kali ke Saudi sebelas tahun lalu.

31 Juli 2017 22:06

Ulama Syiah berpengaruh asal Irak Muqtada as-Sadr kemarin tiba di Arab Saudi dan bertemu Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Ini merupakan kunjungan pertama Muqtada Sadr ke negara Kabah itu setelah lawatannya pada 2006.

Setibanya di Bandar Udara Internasional Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah, Muqtada Sadr disambut oleh Menteri Negara Urusan Teluk Persia Arab Saudi Thamir as-Subhan. Di Kota jeddah pula, Muqtada Sadr menggelar pertemuan dengan Pangeran Muhammad bin Salman.

Kantor Muqtada Sadr membenarkan pemimpin gerekan Sadr ini datang atas undangan Arab Saudi. "Kami sangat senang dengan apa yang kami temukan adanya gebrakan positif dalam hubungan Saudi-Irak," kata Muqtada Sadr melalui keterangan tertulis. "Kami berharap ini menjadi awal redanya ketegangan sektarian di dunia Arab dan Islam."

Muqtada Sadr 1
Sadr berasal dari keluarga Syiah terpandang di Irak. Dia adalah putra keempat dari mendiang ulama Syiah amat dihormati Ayatullah Muhammad Sadiq as-Sadr.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman larang pangeran-pangeran tidak setia pergi keluar negeri

Masih ada sekitar seratus anggota keluarga kerajaan menghuni penjara bawah tanah di istana Bin Salman.

Sekitar sepuluh wartawan berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, 19 Oktober 2018, mengecam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Anak Khashoggi puji kebaikan Bin Salman

Dia membantah sudah membicarakan soal kompensasi dan diyat dengan pemerintah Arab Saudi.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi retas telepon seluler pemilik Washington Post

Bin Salman tidak senang dengan koran Washington Post lantaran gencar memberikan pembunuhan Khashoggi.

Foto dan nama 15 warga Arab Saudi diduga terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi. (Sabah)

Arab Saudi kasih rumah dan tunjangan bulanan kepada empat anak Khashoggi

Turki, CIA, dan Senat Amerika meyakini Bin Salman memberi perintah untuk membunuh Khashiggi.





comments powered by Disqus