kabar

Saudi gempur Awamiyah, ratusan warga Syiah mengungsi

Pelapor khusus PBB Lailani Farha mengatakan pasukan Saudi memadamkan listrik di Musara sebagai upaya untuk memaksa penduduknya pindah.

03 Agustus 2017 17:10

Ratusan warga Syiah penghuni Distrik Musara, Kota Awamiyah, di timur Arab Saudi, terpaksa mengungsi akibat bentrokan sengit antara milisi Syiah dan pasukan pemerintah.

Pasukan Arab Saudi sejak Mei lalu berupaya menghancurkan permukiman Musara. Mereka menuding pemberontak Syiah bersembunyi di kawasan itu. 

Para aktivis menuding pasukan Saudi ingin mengusir penduduk Awamiyah.

Pertempuran berlangsung baru-baru ini di Awamiyah baru-baru ini sudah menewaskan paling sedikit tujuh orang, termasuk dua polisi.

Sejumlah pegiat lokal bilang tentara pemerintah menembaki rumah dan mobil-mobil secara serampangan.

Media-media Saudi melaporkan para penduduk Awamiyah meminta pasukan pemerintah membantu evakuasi dan pengungsi Syiah itu ditempatkan di kota terdekat.

Mayoritas warga Syiah di Qatif sudah lama merasa terpinggirkan dan mendapat perlakuan diskriminasi. 

Pemerintah Saudi sejak Mei lalu berupaya memugar kawsan Musara, permukiman berusia 400 tahun dihuni dua ribu hingga tiga ribu orang.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengkritik rencana renovasi itu bisa merusak peninggalan bersejarah di Musara. 

Pelapor khusus PBB Lailani Farha mengatakan pasukan Saudi memadamkan listrik di Musara sebagai upaya untuk memaksa penduduknya pindah.

 

 

 

Pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Syekh Ahmad Thayyib di Abu Dhabi, 4 Februari 2019. (WAM)

Putera mahkota Abu Dhabi kunjungi Indonesia pekan depan

Ini bakal menjadi kunjungan pertama putera mahkota Abu Dhabi ke Indonesia.

Pencarian pemuda Israel hilang di Bali dihentikan

Aviv berlibur ke Bali sendirian dan ini merupakan lawatan pertamanya ke Indonesia. Dia tiba di Bali pada 25 Mei lalu.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi dukung kebijakan Cina tindas muslim Uighur

Arab Saudi sekawan menyatakan Cina berhasil mengembalikan stabilitas keamanan di Xinjiang dan menjamin hak asasi manusia bagi semua kelompok etnis di sana.

Profesor David Elad dari Universitas Tel Aviv, Israel. (eurekalert.org)

Ilmuwan Israel ciptakan rahim buatan

Para ilmuwan ini berharap rahim buatan itu dapat dijadikan tempat bagi embrio manusia untuk tumbuh dan berkembang.





comments powered by Disqus