kabar

Raja Salman segera lengser

Dia berencana turun takhta pada Januari 2018.

07 Agustus 2017 05:34

Pangeran Muhammad bin Salman tentu saja sadar nyawanya terancam. Bahaya itu mengintai setelah anak kesayangan dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ini berhasil menyingkirkan pesaing sekaligus abang sepupunya, Pangeran Muhammad bin Nayif, dari kursi Putera Mahkota Arab Saudi dan jabatan menteri dalam negeri.

Pada 21 Juni lalu, 31 dari 34 anggota Komite Suksesi memilih Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota sekaligus calon penguasa negara Kabah. Setelah pembaiatan di hari sama, Pangeran Muhammad bin Salman melakukan tindakan membikin marah banyak pangeran, yakni memenjarakan Pangeran Muhammad bin Nayif dalam istananya di Kota Jeddah.

Bahaya mengintai itu pun terbukti kemarin. Seorang pangeran tidak disebut namanya berupaya membunuh putera mahkota baru. Pangeran Muhammad bin Salman lolos dari usaha pembunuhan itu tanpa luka.

Namun detail kejadian di Jeddah tersebut belum diketahui. Pelaku berhasil diringkus.

Kejadian ini kemungkinan besar bakal makin mempercepat penobatan Pangeran Muhammad bin Salman sebagai raja Saudi. Apalagi, menurut sumber Albalad.co di Riyadh, upacara Pangeran Muhammad bin Salman naik takhta sudah direkam sebelumnya. "Raja Salman bilang bakal lengser lima bulan lagi atau Januari 2018," katanya.

Ini makin membuat keadaan di Arab Saudi bertambah genting. Pangeran Muhammad bin Salman pun bisa jadi tambah arogan dan beringas.    

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arabian Business)

Kesehatan Raja Salman mencemaskan

Raja Salman juga mengidap sakit punggung dan sakit lutut parah akibat dislokasi sendi.

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (huseofsaud.com)

Kelompok pembangkang serukan Pangeran Ahmad rebut takhta Raja Salman

Pangeran Ahmad termasuk tiga orang menolak penunjukan Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Kudeta ancam Arab Saudi

"Dalam waktu dekat kita akan menyaksikan kudeta terhadap raja dan putera mahkota," kata Pangeran Khalid.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran pembangkang desak Raja Salman lengser

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz cocok menjadi pengganti.





comments powered by Disqus