kabar

Warga Israel leluasa mondar mandir ke Indonesia

"Karena mereka masuk ke Indonesia tidak menggunakan paspor Israel tapi memakai paspor negara lain," kata Didik.

08 Agustus 2017 12:00

Pemerintah Indonesia mengakui warga negara Israel leluasa mondar mandir ke Indonesia, namun tidak berdaya untuk mendeteksi atau mengawasi kegiatan mereka di Indonesia.

"Karena mereka masuk ke Indonesia tidak menggunakan paspor Israel tapi memakai paspor negara lain," kata Direktur Konsuler Kementerian Luar Negeri Didik Pujianto hari ini, menjawab pertanyaan Albalad.co di sela acara di sebuah hotel di Jakarta.

Israel memang mengaku dwi kewarganegaraan. Warga negara Zionis itu boleh juga berpaspor negara lain.

Meski hubungan dagang dan investasi antara Indonesia serta Israel berjalan baik, Didik mengakui pemerintah tidak berencana memberlakukan bebas visa bagi warga Israel.

Sesuai amanah konstitusi, pemerintah Indonesia menolak mengakui negara Israel hingga negara Bintang Daud itu mengakui kemerdekaan Palestina dengan Ibu Kota Yerusalem Timur.

 

Delegasi muslim asal Indonesia, termasuk dua pejabat MUI - Profesor Istibsyaroh dan Kiai Mayshudi Suhud - saat diterima di kediaman Presiden Israel Reuven Rivlin pada 18 Januari 2017. (Albalad.co/Istimewa)

Netanyahu: Kami ingin bina hubungan diplomatik dengan Indonesia

Sudah tiga kali terjadi pertemuan antara perdana menteri Israel dengan pemimpin Indonesia, yaitu Yitzhak Rabin dan Soeharto (1993), Abdurrahman Wahid dan Ehud Barak (2001), serta Jusuf Kalla dan Netanyahu (2018).

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tengah membahas rencana pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di gedung Putih pada Senin, 5 Maret 2018, waktu Washington DC. (Twitter/@netanyahu)

Kemlu Israel tidak bantah soal adanya pertemuan Netanyahu dan Jusuf Kalla

Pertemuan berlangsung Sabtu pekan lalu di New York.

Peserta program pendidikan pertanian di the Arava International Center of Agriculture Training (AICAT), berlokasi di selatan Israel. (aicat-arava.com)

52 mahasiswa Indonesia belajar pertanian di Israel

Mereka belajar selama sepuluh bulan dan lulus Juni lalu.

Kevin, kini berumur 9 tahun, anak penderita kelainan jantung berhasil diselamatkan tim dokter di Israel pada 2011. (Albalad.co/Istimewa)

Ibunya Kevin: Saya berterima kasih dokter Israel telah selamatkan nyawa anak saya

"Saya sangat berterima kasih kepada dokter-dokter Israel karena telah menyelamatkan nyawa putra saya," ujar Sriyanti.





comments powered by Disqus