kabar

Penganut Kristen Koptik masuk Islam hebohkan Mesir

Habchi mengaku belajar syahadat dan salat dari Internet.

12 Agustus 2017 19:55

Penganut Kristen Koptik di Mesir, Malak Samuel Habchi baru-baru ini mengumumkan masuk Islam melalui Facebook, telah memicu kehebohan di negara Nil itu. Ada yang mendukung, sebagian mengecam, dan yang lain menuduh dia menipu.

 Habchi, manajer umum di sebuah perusahaan layanan lingkungan dan oleh sebagian pengguna Facebook dianggap sebagai Narani konservatif, mengagetkan setiap orang ketika awal bulan ini mengunggah status dia dan keluarganya sudah menjadi pengikut Nabi Muhammad.

"Saya tidak berkonsultasi dengan siapapun atau meminta fatwa kepada seorang ulama," tulis Habchi di akun Facebooknya. Dia mengaku belajar syahadat dan salat dari Internet.

Dalam sebuah wawancara, Habchi mengklaim dia satu-satunya orang Kristen menjadi mualaf tanpa bimbingan orang atau belajar dengan seorang ulama. 

Dia bilang dia mempelajari Islam dengan membaca Al-Quran, kitab Minhaj al-Muslim karya Abu Bakar al-Jaziri, buku-buku mengenai sahabat nabi, dan biografi Rasulullah.

Sebagian teman meragukan pengakuan Habchi tersebut. Sebab dia menulis nomor telepon selulernya di akhir status kontroversial itu. 

Beberapa tahun belakangan, kaum Kristen Koptik di Mesir menjadi sasaran serangan teroris. 

Seorang lelaki Israel mengibarkan bendera Arab Saudi di Yerusalem pada 22 Agustus 2019. (Screengrab)

Lelaki Israel kibarkan bendera Arab Saudi di Yerusalem

Dia menyebut tindakannya itu sebagai perayaan atas terwujudnya perdamaian antara kedua negara.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Bumi kian panas, berhaji pada 2047-2052 berbahaya bagi kesehatan

Musim panas di Arab Saudi berlangsung saban Mei hingga Agustus.

Kota Istanbul, Turki. (thstregisistanbul.com)

Pelancong perempuan asal Arab Saudi diculik di Istanbul

gerombolan bersenjata menembak dan merampok barang-barang milik sekumpulan turis Arab Saudi sedang duduk di sebuah kafe di Istanbul Sabtu minggu lalu.

Pangeran Turki bin Abdullah bin Abdul Aziz. (Flickr)

Pangeran Arab Saudi berusaha bunuh diri dalam penjara

Putra dari mendiang Raja Abdullah bin Abdul Aziz itu termasuk dalam lusinan pangeran, konglomerat, dan pejabat ditangkap atas tuduhan korupsi sejak dua tahun lalu.





comments powered by Disqus