kabar

Penganut Kristen Koptik masuk Islam hebohkan Mesir

Habchi mengaku belajar syahadat dan salat dari Internet.

12 Agustus 2017 19:55

Penganut Kristen Koptik di Mesir, Malak Samuel Habchi baru-baru ini mengumumkan masuk Islam melalui Facebook, telah memicu kehebohan di negara Nil itu. Ada yang mendukung, sebagian mengecam, dan yang lain menuduh dia menipu.

 Habchi, manajer umum di sebuah perusahaan layanan lingkungan dan oleh sebagian pengguna Facebook dianggap sebagai Narani konservatif, mengagetkan setiap orang ketika awal bulan ini mengunggah status dia dan keluarganya sudah menjadi pengikut Nabi Muhammad.

"Saya tidak berkonsultasi dengan siapapun atau meminta fatwa kepada seorang ulama," tulis Habchi di akun Facebooknya. Dia mengaku belajar syahadat dan salat dari Internet.

Dalam sebuah wawancara, Habchi mengklaim dia satu-satunya orang Kristen menjadi mualaf tanpa bimbingan orang atau belajar dengan seorang ulama. 

Dia bilang dia mempelajari Islam dengan membaca Al-Quran, kitab Minhaj al-Muslim karya Abu Bakar al-Jaziri, buku-buku mengenai sahabat nabi, dan biografi Rasulullah.

Sebagian teman meragukan pengakuan Habchi tersebut. Sebab dia menulis nomor telepon selulernya di akhir status kontroversial itu. 

Beberapa tahun belakangan, kaum Kristen Koptik di Mesir menjadi sasaran serangan teroris. 

Ibu Kota Kairo, Mesir. (afrika.com)

PPMI Mesir keluhkan respon lambat KBRI soal penangkapan lima mahasiswa Indonesia

Sampai saat ini Muhammad Fitrah Nur Akbar masih ditahan di kantor Kepolisian Qism Tsani, Kairo, dengan alasan demi keamanan nasional tanpa penjelasan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Para pangeran senior Saudi bersatu lawan anak Raja Salman

Sekitar 95 persen dari tahanan rasuah di Hotel Ritz Carlton setuju menyerahkan harta mereka sebagai syarat pembebasan.

Penyanyi Yahudi saleh Yonatan Razel. (Ohad Romano Public Relations)

Penyanyi Yahudi saleh tampil dengan mata tertutup karena haram lihat penonton perempuan

Tahun lalu, dalam sebuah penampilan di Shiloh, dia menutupi wajahnya ketika penonton wanita mulai bergoyang.

Pemimpin milisi Al-Hutiyun Abdul Malik al-Hutiyun. (Al-Arabiya)

Tiga hal mesti diketahui soal mendiang Ali Abdullah Saleh

Saleh mengembuskan napas terakhirnya dengan menyisakan korupsi, perang, dan rakyat terbelah di negeri Arab termiskin tersebut.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

PPMI Mesir keluhkan respon lambat KBRI soal penangkapan lima mahasiswa Indonesia

Sampai saat ini Muhammad Fitrah Nur Akbar masih ditahan di kantor Kepolisian Qism Tsani, Kairo, dengan alasan demi keamanan nasional tanpa penjelasan.

10 Desember 2017

TERSOHOR