kabar

Pendiri Asy-Syabab menyerah

Mukhtar Robow satu-satunya pendiri Asy-Syabab masih hidup.

14 Agustus 2017 11:53

Mukhtar Robow, aatu-satunya pendiri milisi Asy-Syabab masih hidup, telah menyerahkan diri kepada pasukan pemerintah di Hudur. Diadikabarkan sudah diterbangkan ke Ibu Kota Mogadishu, Somalia.

Al-Jazeera mendapat informasi Robow diterbangkan dari Hudur, barat daya Somalia, setelah menyerah kemarin pagi.

Pejabat senior Ahmad Muhammad sebelumnya bilang Robow diterbangkan dari hutan Bakul, di mana dia dan ratusan anggotanya bertempur menghadapi Asy-Syabab sejak dua pekan lalu.

Pembelotan Robow ini sangat penting lantaran dia merupakan salah satu pendiri Asy-Syabab.

Penyerahan diri Robow ini terjadi setelah Amerika Serikat Juni lalu membatalkan sayembara berhadiah US$ 5 juta bagi siapa saja bisa menangkap Robow.

Pembelotan Robow ini adalah puncak dari perundingan berlangsung berbulan-bulan dengan pemerintah Somalia. Pencabutan hadiah US$ 5 juta itu mempengaruhi Robow untuk menyerah.

Robow, diperkirakan berumur 50-an tahun, tokoh paling senior keluar dari Asy-Syabab sejak milisi ini dibentuk pada 2001. Dia bersama pasukan setianya bersembunyi di hutan setelah membelot dari Asy-Syabab tiga tahun lalu.

Robow merupakan pentolan Asy-Syabab paling berpengalaman. Dia pernah mengikuti pelatihan digelar Al-Qaidah di Afghanistan pada 2000 setelah menyelesaikan studinya di Sudan.

 

 

Pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Syekh Ahmad Thayyib di Abu Dhabi, 4 Februari 2019. (WAM)

Putera mahkota Abu Dhabi kunjungi Indonesia pekan depan

Ini bakal menjadi kunjungan pertama putera mahkota Abu Dhabi ke Indonesia.

Pencarian pemuda Israel hilang di Bali dihentikan

Aviv berlibur ke Bali sendirian dan ini merupakan lawatan pertamanya ke Indonesia. Dia tiba di Bali pada 25 Mei lalu.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi dukung kebijakan Cina tindas muslim Uighur

Arab Saudi sekawan menyatakan Cina berhasil mengembalikan stabilitas keamanan di Xinjiang dan menjamin hak asasi manusia bagi semua kelompok etnis di sana.

Profesor David Elad dari Universitas Tel Aviv, Israel. (eurekalert.org)

Ilmuwan Israel ciptakan rahim buatan

Para ilmuwan ini berharap rahim buatan itu dapat dijadikan tempat bagi embrio manusia untuk tumbuh dan berkembang.





comments powered by Disqus