kabar

Tolak seruan boikot, pangeran dari Dubai tetap kunjungi Harrods

Qatar membeli Harrods dari pengusaha Mesir Muhammad al-Fayad pada 2010 seharga hampir US$ 2 miliar.

16 Agustus 2017 10:55

Sejak Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, seruan boikot terhadap perusahaan dan bisnis Qatar bergema, termasuk atas pusat belanja eksklusif Harrods di Ibu Kota London, Inggris.

QIA (Otoritas Investasi Qatar) merupakan lembaga investasi milik pemerintah Qatar membeli Harrods dari pengusaha Mesir Muhammad al-Fayad pada 2010 seharga hampir US$ 2 miliar.

Tapi rupanya tidak semua pihak setuju terhadap seruan boikot itu. Syekh Majid bin Muhammad al-Maktum, putra dari Emir Dubai Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum, termasuk yang tidak peduli atas seruan boikot tersebut.

Syekh Majid al-Maktum bulan lalu terlihat mengunjungi Harrods. Dia asyik menikmati makan malam dalam sebuah restoran di supermarket elite itu. 

Lelaki 30 tahun ini pemegang gelar magister di bidang manajemen krisis dan pernah belajar di Sandhurst Queen's Academy. 

Dalam akun Twitternya, stasiun televisi Al-Ikhbariyah menuding Harrods memata-matai pengunjung Harrods asal Arab Saudi, UEA, dan Bahrain. "Harrods kepunyaan Qatar memata-matai konsumen dari Arab Saudi, UEA, dan Bahrain untuk alasan misterius."

Namun Al-Ikhbariyah tidak memberikan tautan berita atau rekaman video mengenai tuduhan tersebut. 

Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir sejak 5 Juni lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Mereka beralasan negara Arab supertajir itu menyokong terorisme.

Arab Saudi, UEA, dan Bahrain juga menerapkan blokade darat, laut, dan udara terhadap Qatar. Boikot atas Qatar berlanjut setelah negara Arab Teluk itu menolak 13 tuntutan diajukan Arab Saudi sekawan sebagai syarat menormalisasi hubungan.

 

 

Penyair asal Qatar Muhammad bin Futais al-Marri. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan penyair karena bela Saudi

Qatar bulan lalu mencabut status kewarganegaraan atas 55 orang dari suku Al-Murrah.

Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani pada 16 Agustus 2017 bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Jeddah, Arab Saudi. (Supplied)

Qatar tahan 20 pangeran membangkang terhadap emir

Menurut para pangeran tersebut, mereka ditahan sebab memiliki hubungan langsung dengan Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Snapchat blokir Al-Jazeera di Arab Saudi

Layanan Al-Jazeera di Snapchat itu tersedia di Arab Saudi sejak Mei lalu.

Kepala suku Al-Marri Syekh Talib bin Muhammad bin Lahum bin Syuraim. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan 55 orang dari suku Al-Marri

Qatar pernah mencabut kewarganegaraan lebih dari enam ribu orang dari suku Al-Ghufran pada 2005, juga tanpa alasan jelas.





comments powered by Disqus