kabar

Laporan rahasia PBB tuduh pasukan koalisi Saudi bunuh 502 anak di Yaman

Sejak Maret 2015, pasukan koalisi Saudi bertanggung jawab atas terbunuhnya 683 anak di Yaman, sedangkan Al-Hutiyun diklaim menewaskan 414 anak. Sebaliknya ISIS di Yaman hanya membunuh enam anak dan Al-Qaidah cuma satu anak.

17 Agustus 2017 16:48

Sebuah rancangan laporan oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menuding pasukan koalisi dipimpin Arab Saudi, sejak Maret 2015 menggempur milisi Syiah Al-Hutiyun di Yaman, telah melanggar hak asasi manusia tahun lalu, karena membunuh 502 anak dan melukai 838 lainnya.

"Pembunuhan dan pencederaan terhadap anak-anak masih merupakan pelanggaran paling lazim terhadap hak-hak anak di Yaman," kata Guterres dalam draf laporan setebal 41 halaman, diperoleh Foreign Policy.

Sesuai hukum internasional, anak-anak, bersama perempuan dan kaum lanjut usia adalah pihak-pihak harus dilindungi dalam perang.

Dalam kurun lebih dari dua tahun terakhir, pasukan koalisi dipimpin Saudi berusaha menumpas pemberontak Al-Hutiyun di Yaman. Namun serangan-serangan udara mereka malah lebih banyak membunuh penduduk sipil, menghancurkan infrastruktur, dan meluluhlantakkan bangunan-bangunan bersejarah di Yaman.

Virginia Gamba, kepala perwakilan khusus PBB urusan anak-anak korban perang sekaligus kepala penhyusun draf laporan Guterres, itu bilang dirinya akan merekomendasikan pasukan koalisi Saudi ditambahkan dalam daftar berisi negara dan entitas yang membunuh serta meulaki anak-anak. Keputusan itu harus diambil oleh Guterres akan menyampaikan laporan tersebut bulan ini.

Sejak Maret 2015, pasukan koalisi Saudi bertanggung jawab atas terbunuhnya 683 anak di Yaman, sedangkan Al-Hutiyun diklaim menewaskan 414 anak. Sebaliknya ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) di Yaman hanya membunuh enam anak dan Al-Qaidah cuma satu anak.

Jet-jet pasukan koalisi Saudi juga menghancurkan 28 sekolah di Yaman.

Laporan tersebut menimbukan situasi dilematis bagi Guterres. Jika dia mempermalukan koalisi Saudi, berarti akan memicu keretakan antara PBB dengan negara-negara Arab berpengaruh. Kalau dia tidak bertindak, dia bakal menghadapi tudingan melecehkan komitmen PBB terhadap hak asasi manusia.

Facebook menghapus artikel the New York Times soal gadis kelaparan di Yaman. (Al-Bawaba)

Facebook hapus artikel soal gadis kelaparan di Yaman

Sejatinya, artikel ini mengecam keterlibatan Arab Saudi dan UEA karena menciptakan krisis kemanusiaan terbesar di Yaman.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Argentina selidiki dugaan kejahatan perang anak Raja Salman dalam Perang Yaman

Save the Children mengatakan 85 ribu anak berumur di bawah lima tahun mati kelaparan di Yaman sejak 2015.

Nura, bukan nama sebenarnya, menjadi cacat akibat serangan udara pasukan koalisi Arab Saudi di Yaman pada 2015. (Save the Children)

Dua pilot Arab Saudi tewas di Yaman

Keterlibatan pasukan koalisi Saudi di Yaman membikin negara Saba itu mengalami tragedi kemanusiaan.

Nura, bukan nama sebenarnya, menjadi cacat akibat serangan udara pasukan koalisi Arab Saudi di Yaman pada 2015. (Save the Children)

Pasukan koalisi Arab Saudi akui ledakkan bus sekolah menewaskan 40 anak di Yaman

Dua pekan setelah pengeboman bus sekolah di Saadah, serangan pasukan koalisi dipimpin Arab Saudi terhadap Kota Al-Hudaidah menewaskan paling sedikit 26 anak.





comments powered by Disqus