kabar

Arab Saudi buru penentang rezim Bani Saud di Twitter

"Selamat datang di Korea Utara," sahut pengguna Twitter lainnya.

22 Agustus 2017 07:18

Pemerintah Arab Saudi mengancam memburu siapa saja penentang rezim Bani Saud di Twitter. Hal ini diumumkan Saud al-Qahtani, menteri sekaligus penasihat raja melalui akun Twitternya Kamis pekan lalu.

Mereka yang diburu termasuk para pengguna Twitter bersimpati terhadap Qatar, negara tengah diboikot Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir. Keempat negara ini memutus hubungan diplomatik dengan Qatar sejak 5 Juni lalu, dengan alasan negara Arab supertajir itu menyokong terorisme.

Arab saudi, UEA, dan Bahrain juga menerapkan blokade darat, laut, dan udara atas Qatar. Boikot berlanjut karena Qatar menolak 13 tuntutan mereka sebagai syarat menormalisasi hubungan.

Qahtani meminta para pengguna Twitter memasukkan akun-akun para pengkritik pemerintah Saudi ke dalam tanda pagar #Daftar hitam. "Mereka bakal dikelompokkan. Mereka akan diburu dari sekarang," tulis Qahtani di akun @Saudq1978.

Dia bilang siapa saja bersekongkol menentang Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir tidak akan lolos dari proses hukum.

Dia mengaku perburuan terhadap para penentang rezim Bani Saud itu merupakan perintah dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman. Qahtani bahkan memastikan akun Twitter pengkritik rezim Bani Saud menggunakan nama samaran juga menjadi buruan.

Menteri Luar Negeri UEA Anwar Gargasy termasuk salah satu pendukung langkah dilakukan Qahtani itu. "Saud al-Qahtani adalah sebuah suara penting...dan cuitannya soal daftar hitam benar-benar penting."

UEA memang telah melarang siapa saja bersimpati terhadap Qatar dalam bentuk verbal atau non-verbal melalui media apa saja. Negara Arab Teluk ini mengancam pelakunya dengan hukuman penjara hingga 15 tahun.

Seorang warga Kuwait berakun @Kuwait_okk meminta Twitter menghapus akun milik Qahtani. Dia menyebut perburuan dilakukan Saudi melalui Twitter tersebut melanggar hak asasi soal kebebasan berpendapat.

"Selamat datang di Korea Utara," sahut pengguna Twitter lainnya.

Pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Syekh Ahmad Thayyib di Abu Dhabi, 4 Februari 2019. (WAM)

Putera mahkota Abu Dhabi kunjungi Indonesia pekan depan

Ini bakal menjadi kunjungan pertama putera mahkota Abu Dhabi ke Indonesia.

Pencarian pemuda Israel hilang di Bali dihentikan

Aviv berlibur ke Bali sendirian dan ini merupakan lawatan pertamanya ke Indonesia. Dia tiba di Bali pada 25 Mei lalu.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi dukung kebijakan Cina tindas muslim Uighur

Arab Saudi sekawan menyatakan Cina berhasil mengembalikan stabilitas keamanan di Xinjiang dan menjamin hak asasi manusia bagi semua kelompok etnis di sana.

Profesor David Elad dari Universitas Tel Aviv, Israel. (eurekalert.org)

Ilmuwan Israel ciptakan rahim buatan

Para ilmuwan ini berharap rahim buatan itu dapat dijadikan tempat bagi embrio manusia untuk tumbuh dan berkembang.





comments powered by Disqus