kabar

Menteri Investasi Sudan usulkan bina hubungan dengan Israel

Sudan telah memutus hubungan diplomatik dengan Iran sejak Januari 2016.

22 Agustus 2017 13:10

Menteri Investasi Sudan Mubarak al-Fadil al-Mahdi mengusulkan agar negaranya membina hubungan diplomatik dengan Israel. Komentarnya ini tidak lazim dikeluarkan oleh seorang menteri senior di Sudan, yang tidak mengakui negara Zionis itu.

Dalam wawancara khusus dengan Sudania 24 TV Ahad malam lalu, dia bilang tidak ada halangan buat membuna hubungan resmi dengan Israel. Bahkan dia yakin relasi itu bisa mengungkan Sudan. 

"Palestina juga sudah menormalisasi hubungan dengan Israel dan bahkan Hamas berbicara kepada Israel," kata Mubarak. "Palestina menerima uang pajak dan listrik dari Israel. Mereka berkonflik tapi mereka duduk bareng Israel."

Tidak ada hukum di Israel menyatakan Sudan sebagai negara musuh tapi kedua negara sudah lama bermusuhan. Sesuai aturan berlaku, Israel satu-satu negara di dunia tidak boleh dikunjungi warga Sudan.

Selama bertahun-tahun, Sudan menampung para komandan Hamas, milisi Palestina menolak mengakui Israel. Sudan merupakan sekutu Iran dan Hizbullah dalam hal militer dan politik.

Mubarak, Ketua Partai Umat Nasional, ditunjuk sebagai menteri investasi Mei lalu setelah Perdana Menteri Sudan Hasan Salah merombak kabinet.

Mubarak menekankan banyak negara Arab sudah menjalin hubungan dengan Israel dalam beberapa bentuk. 

Januari tahun lalu, sejumlah pemimpin politik Sudan mendukung gagasan menormalisasi hubungan dengan Israel. Mereka menganggap ide itu bisa mendekatkan Sudan dengan Amerika dan memungkinkan sanksi terhadap negara itu dicabut.

Iran bertahun-tahun menggunakan Sudan sebagai basis buat menyelundupkan senjata ke Jalur Gaza. Negara Mullah itu juga membangun sebuah pabrik dekat Ibu Kota Khartum, menghasilkan roket jarak jauh untuk Hamas dan Jihad Islam.

Akhir 2014, Sudan mulai menjauh dari Iran karena ada tekanan besar dari Arab Saudi. Atase kebudayaan Iran dipulangkan ke Teheran dan beberapa pusat kebudayaan Iran di Sidan ditutup.

Sudan memutus hubungan diplomatik dengan Iran Januari tahun lalu, setelah Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran dirusak dan dibakar pengunjuk rasa.

 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat mengunjungi Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Bandar al-Galud)

Putera mahkota Arab Saudi batalkan lawatan ke Indonesia

Kunjungan ke Mayasia juga dibatalkan.

Menteri Luar Negeri Yaman duduk di samping Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat pembukaan konferensi perdamaian di Timur Tengah, digelar pada 14 Februari di Ibu Kota Warsawa, Polandia. (Arab Observer)

Menteri luar negeri Yaman duduk di sebelah Netanyahu

Mikrofon di meja Netanyahu mati waktu dia ingin berbicara. Al-Yamani lantas memberikan mikroponnya untuk digunakan oleh pemimpin dari negara Zionis itu.

Kuasa Usaha Sementara Indonesia untuk Suriah Didi Wahyudi pada Jumat, 28 Agustus 2015, melepas 13 tenaga kerja perempuan akan dipulangkan ke Indonesia. (KBRI Damaskus buat Albalad.co)

KJRI Jeddah berhasil dapatkan uang diyat bagi keluarga warga Indonesia dibunuh

Pihak majikan sepakat untuk memenuhi hak korban senilai 200 ribu riyal, meliput uang diyat syari sebesar 55 ribu riyal, sisa gaji almarhumah belum dibayar 32.400 riyal, dan santunan senilai 112.600 riyal.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat mengunjungi Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 12 Februari 2019. (Twitter)

Putera mahkota Saudi tiba di Jakarta Senin sore

Ini bakal menjadi lawatan luar negeri pertama Bin Salman setelah citra Saudi dan dirinya ternoda akibat pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi.





comments powered by Disqus