kabar

Qatar normalisasi hubungan dengan Iran

Doha akan mengirim kembali duta besarnya ke Teheran.

24 Agustus 2017 22:28

Pemerintah Qatar hari ini menyatakan akan menormalisasi hubungan diplomatiknya dengan Iran.

Kementerian Luar Negeri Qatar bilang pihaknya akan mengirim kembali duta besarnya ke Ibu Kota Teheran, untuk memulai lagi tugas diplomatik. Namun tidak ada penjelasan kapan kepala perwakilan Qatar buat Iran itu akan tiba di Iran. "Langkah ini sebagai aspirasi untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Republik Islam Iran di segala bidang," kata kementerian melalui keterangan tertulis.  

Qatar menarik duta besarnya dari Iran Januari tahun lalu sebagai protes atas perusakan dan pembakaran Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran dan Konsulat Saudi di Kota Masyhad. Demonstran marah karena Riyadh mengekssekusi mati ulama Syiah Syekh Muhammad Nimr an-Nimr.

Sedangkan Arab Saudi sejak Januari tahun lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.   

Kementerian Luar Negeri Qatar menyebutkan Menteri Luar Negeri Syekh Muhammad bin Abdurrahman ats-Tsani juga telah membahas peningkatan hubungan kedua negara dengan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif.

Perbaikan hubungan dengan Iran itu dilakukan saat Qatar dililit konflik dengan Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Qatar. Keempat negara Arab Teluk ini memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar sejak 5 Juni lalu. Mereka beralasan negara Arab supertajir tersebut menyokong terorisme.

Saudi, UEA, dan Bahrain juga menerapkan blokade darat, laut, dan udara terhadap Qatar. Boikot berlanjut setelah Qatar menolak 13 tuntutan Saudi sekawan sebagai syarat menormalisasi hubungan.

Qatar kemudian mengandalkan pasokan bahan makanan dari Iran dan Turki sejak diboikot. Qatar dan Iran juga akan bekerja sama mengelola ladang gas terbesar di dunia berlokasi di Teluk Persia.  

Upacara peletakan batu pertama pembangunan kuil Hindu perdana di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 20 April 2019. (Gulf Business)

Kuil Hindu pertama dibangun di Abu Dhabi

Ini juga bakal menjadi kuil Hindu pertama di Timur Tengah.

Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum, Emir Dubai sekaligus Wakil Presiden dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab. (Arabian Business)

UEA bentuk Kementerian Kemungkinan pertama di dunia

Tiga tahun lalu, UEA membentuk Kementerian Kebahagiaan dan Kementerian Toleransi, juga pertama di dunia.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman larang pangeran-pangeran tidak setia pergi keluar negeri

Masih ada sekitar seratus anggota keluarga kerajaan menghuni penjara bawah tanah di istana Bin Salman.

Seorang perempuan tua menjunjung dua kotak makanan seusai mencoblos dalam referendum di Mesir pada 20 April 2019. (Twitter)

Rakyat Mesir setuju Presiden Sisi menjabat hingga 2030

Sejak terpilih sebagai presiden pada 2014, Sisi telah menahan 60 ribu aktivis.





comments powered by Disqus