kabar

Haji bintang lima

Tiap jamaah mesti merogoh kocek Rp 284,6 juta sampai Rp 355,7 juta.

05 September 2017 11:09

Sebagian kecil jamaah haji  - pengusaha papan atas, selebritas, dan politisi - menikmati layanan haji bintang lima: tinggal di hotel bintang lima di Makkah dan Madinah, tenda nyaman dengan fasilitas mewah dan dekat lokasi pelemparan jumrah di Mina, serta transportasi bus luks.

"Tenda-tenda bintang lima ini berlokasi dekat dengan tenda-tenda biasa di Mina," kata seorang pejabat perusahaan wisata meminta namanya tidak ditulis. Dia menambahkan jamaah bintang lima itu ditempatkan di kawasan sesuai asal negara, tapi fasilitas dan layanan mereka terima berbeda. 

Untuk menikmati layanan dan fasilitas haji serba wah tersebut, tiap jamaah mesti merogoh kocek 80 ribu hingga seratus ribu riyal (Rp 284,6 juta sampai Rp 355,7 juta).

Tenda-tenda dihuni para jamaah haji bintang lima itu dijaga aparat keamanan untuk mencegah orang asing menyusup sekaligus melindungi keamanan jamaah haji istimewa. Lantai dalam tenda-tenda ini dilapisi ubin berkilau dan bagian dalam tenda dihiasi beragam bunga serta kemilau cahaya.

Kursi--kursi roda khusus juga disediakan buat mengantar jamaah haji bintang lima berusia renta atau sedang sakit ke tempat pelemparan jumrah.

Okaz/Saudi Gazette mengunjungi salah satu tenda binta lima di Mina, di areal khusus buat jamaah haji asal Mesir. Masuk ke dalam tenda-tenda bintang lima ini seolah memasuki dunia lain penuh kemegahan dan kemewahan. 

Di depan pintu masuk tenda terdapat sofa-sofa supernyaman. Di dalamnya juga tersedia kursi pijat dan buat leha-leha, ranjang serta furnitur serba wah.

Di dalam tenda bintang lima tersebut juga ada sebuah kantin luas menyajikan beragam makan dan minuman sepanjang waktu. Pelayan lelaki dan perempuan siaga mengantarkan jus segar, kue enak, dan segala makanan serta minuman lezat harganya mahal. 

Saban musim haji, lebih dari 300 penerbangan carter mengangkut jamaah-jamaah supertajir dari seluruh dunia ke tanah suci, terutama dari Mesir, Libanon, Suriah, Libya, Maroko, dan negara-negara Arab Teluk.

Asyraf Syaiha, pengawas di sebuah perusahaan wisata melayani jamaah haji tajir, bilang saban musim haji, jumlah jamaah bintang lima tidak pernah lebih dari 400 orang.

"Tamu-tamu utama kami adalah pengusaha dan selebritas, serta kami berfokus pada kualitas layanan," ujarnya. "Kebanyakan tamu kami datang ke tanah suci menggunakan penerbangan khusus."

Para jamaah haji bintang lima ini tiba di Madinah di hari ketujuh Zulhijjah. Mereka menginap semalam di sana sebelum menuju Makkah buat melaksanakan tawaf dan sai. Di hari kesembilan Zulhijjah, mereka wukuf di Arafah dan tinggal di tenda dengan fasilitas dan layanan sekelas hotel bintang lima.

Jamaah haji bintang lima ini meninggalkan Muzdalifah setelah pukul 12 malam, menuju Mina buat melempar jumrah. Di malam sama, mereka balik ke Makkah untuk melakukan tawaf ifadah. Mereka kemudian kembali ke hotel bintang lima tempat menginap sebelum subuh.

Jamaah-jamaah haji bintang lima itu menginap di hotel-hotel bintang lima amat dekat dengan Masjid Al-Haram di Makkah. Mereka mendengar ceramah dari para ulama tersohor, biasa tampil di stasiun-stasiun televisi berbayar, sambil menikmati makan malam.

Di hari kedua Zulhijjah, jamaah haji bintang lima kembali ke Mina dan tinggal di sana sampai tengah malam, ketika tiba waktu untuk melempar jumrah. Sebagian dari mereka ada yang balik ke Makkah untuk tawaf wada, yang lain tetap tinggal di Mina buat sehari lagi. 

Seluruh jamaah haji bintang lima bakal kembali ke negara asal di hari ke-14 Zulhijjah. Secara keseluruhan, mereka cuma delapan hari di Arab Saudi. 

Usamah Faqih, pengawas katering di tenda-tenda bintang lima, bilang biaya buat menyediakan makanan dan minuman bagi para jamaah haji tajir lebih dari 400 ribu riyal (Rp 1,4 miliar) semalam. Total biaya katering untuk jamaah haji bintang lima selama empat malam sebesar 2,6 juta riyal (Rp 9,2 miliar).

"Kami memilih para ahli masak dari lima negara untuk melayani tamu-tamu istimewa ini," tutur Faqih. "Mereka berasal dari Mesir, Libanon, Suriah, Yaman, dan Filipina."

Hadirnya jamaah bintang lima telah merusak substansi haji untuk memperlakukan semua tamu Allah dengan cara sama. Rupanya yang setara cuma kain ihram saja, sedangkan fasilitas dan layanan tergantung kemampuan kocek masing-masing jamaah haji. 

Jamaah berkumpul di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, sambil menunggu pembagian makanan berbuka puasa, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jamaah umrah boleh pelesiran ke kota-kota lain di Arab Saudi

Jumlah jamaah umrah hingga akhir Syawal lalu mencapai 8,5 juta orang.

Menteri Urusan Islam dan Dakwah Arab Saudi Syekh Abdul Latif bin Abdul Aziz asy-Syekh. (Al-Arabiya/Supplied)

Tidak larang warganya berhaji, menteri Saudi sebut Israel lebih baik dibanding negara muslim

"Negara Israel setahu kami tidak melarang warga muslimnya datang ke Arab Saudi untuk berhaji. Namun salah satu negara muslim melarang warganya buat berhaji," kata Syekh Abdul Latif.

Situasi di sekitar lokasi tawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Makkah, Arab Saudi, 16 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi tangkap warga Qatar tengah berumrah

Dia menjadi warga Qatar kedua didakwa kasus terorisme.

Situasi di sekitar lokasi tawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Makkah, Arab Saudi, 16 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Persatuan imam masjid di Tunisia serukan boikot haji

Mereka meyakini Arab Saudi menggunakan pendapatan dari haji untuk membiayai perang di Yaman dan Suriah.





comments powered by Disqus