kabar

Parlemen Irak tolak rencana referendum kemerdekaan Kurdistan

Referendum direncanakan digelar pada 25 September.

12 September 2017 20:50

Dalam pemungutan suara berlangsung hari ini, sebagian besar anggota parlemen Irak menolak rencana refendum kemerdekaan Kurdistan. Hal ini memicu angota-anggota parlemen dari Kurdistan keluar dari ruang rapat.

Ketua Parlemen Irak Salim al-Juburi mengatakan pemerintah mesti mencegah agar Kurdistan tidak jadi menggelar referendum untuk menentukan nasib sendiri. "Pemerintah harus mengambil segala langkah untuk melindungi persatuan Irak dan membuka dialog serius dengan para pemimpin Kurdi Irak," katanya.

Hingga kabar ini dilansir, belum diketahui berapa hasil dari pemungutan suara parlemen Irak tersebut.

Dewan Referendum diketuai oleh Presiden Kurdistan Masud Barzani telah menetapkan 25 September sebagai hari pelaksanaan referendum. Jika sebagian besar setuju, maka Kurdistan bakal memutuskan menjadi negara merdeka dan berdaulat, berpisah dari Irak.

Menurut Konstitusi 2005, hanya tiga dari 18 provinsi di Irak memiliki penduduk suku Kurdi dan menjadi bagian dari wilayah otonomi Kurdistan. Meski bersifat otonomi, pemerintahan Kurdistan berhak memiliki angkatan bersenjata sendiri, melakukan kebijakan luar negeri sendiri, dan menggaet investasi asing secara langsung tanpa melibatkan pemerintah pusat di Ibu Kota Baghdad.

Pemimpin Sinagoge Agung di Paris Rabbi Moshe Sebbag (paling kanan) dan Kepala Rabbi Prancis Haim Korsia berpose dengan Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia Dr Muhammad Abdul Karim al-Isa (ketiga dari kiri) dan Duta Besar Arab Saudi untuk Prancis Khalid Muhammad al-Angari di Sinagoge Agung, Paris, 20 November 2017. (Jerusalem Post)

Dua pejabat Saudi kunjungi sinagoge di Paris

Ini lawatan pertama pejabat Saudi ke sebuah sinagoge.

Wakil Presiden Kurdistan Kosrat Rasul. (Al-Arabiya)

Pengadilan Baghdad keluarkan surat penangkapan atas wakil presiden Kurdistan

Pengadilan di Baghdad pekan lalu juga memerintahkan penangkapan atas tiga pejabat Komisi Referendum.

Sekelompok warga Kurdi memajang spanduk bertulisan "Kurdistan bukan Irak". (Kurdistan24.net)

Kurdistan berencana gelar pemilihan presiden dan parlementer pada 1 November

Suara prokemerdekaan menang dalam referendum Senin pekan lalu

Duta Besar Indonesia untuk Irak Bambang Antarikso dan staf KBRI Baghdad berpose memperingati hari batik nasional pada 2 Oktober 2017. (Facebook/KBRI Baghdad)

KBRI Baghdad data warga Indonesia tinggal di Kurdistan

Hingga kemarin hampir 300 orang mengirim datanya ke KBRI.





comments powered by Disqus