kabar

Takhta panas Raja Salman

Sejak awal pekan ini, beredar luas selentingan Raja Salman akan lengser dalam beberapa hari dan menyerahkan takhta kepada anaknya.

13 September 2017 10:32

Barangkali sekarang inilah situasi politik domestik paling panas di Arab Saudi setelah pembunuhan atas Raja Faisal bin Abdul Aziz oleh keponakannya, Pangeran Faisal bin Musaid.

Pergulatan memperebutkan takhta negara Kabah kini dipegang Raja Salman bin Abdul Aziz amat sengit. Persaingan dan intrik sudah berlangsung sejak penguasa Saudi itu dinobatkan pada Januari dua tahun lalu.

Di tahun itu pula, muncul surat terbuka dari seorang pangeran menyerukan penggulingan Raja Salman. Konflik menuju Saudi 1 kian sengit setelah anak kesayangan sang raja dari istri ketiga, Pangeran Muhammad bin Salman, masuk gelanggang tiga bulan setelah Raja Salman berkuasa.

Untuk pertama kali pula dalam sejarah Arab Saudi, putera mahkota dicopot. Buat memuluskan karier putranya itu, Raja Salman pada April 2015 memberhentikan adiknya, Putera Mahkota Pangeran Muqrin bin Abdul Aziz. Jabatannya kemudian diisi oleh keponakannya, Pangeran Muhammad bin Nayif, tadinya menduduki posisi wakil putera mahkota.

Pangeran Muhammad bin Salman masuk mengisi posisi ditinggalkan abang sepupunya itu sebagai wakil putera mahkota. Sejak Bin Salman masuk dalam jalur menuju singgasana, Arab Saudi berubah menjadi agresif. Pangeran Muhammad bin Salman pula memerintahkan membentuk pasukan koalisi Arab buat menggempur milisi Syiah Al-Hutiyun di Yaman.

Beragam kejadian mengejutkan menghiasi Arab Saudi sebagai bagian dari persaingan antara Pangeran Muhammad bin Nayif dan Pangeran Muhammad bin Salman. Termasuk tragedi Mina menewaskan lebih dari 2.400 jamaah haji pada September 2015, disusul eksekusi mati terhadap ulama Syiah Syekh Muhammad Nimr an-Nimr pada Januari 2016, reformasi ekonomi lewat Visi 2030, dan terakhir pemutusan hubungan diplomatik sekaligus blokade atas Qatar.

Ahirnya sudah bisa ditebak. anak rajalah yang menang. Raja Salman kembali memberhentikan putera mahkota untuk kedua kali Juni lalu. Pangeran Muhammad bin Salman pun kini menjadi calon pengganti ayahnya. Namun sampai sekarang belum ada yang mengisi jabatan putera mahkota.

Sumber Albalad.co di Riyadh mengungkapkan makin banyak pangeran senior, termasuk belasan adik Raja Salman sakit hati. Sebab sang raja menghapus tradisi berlaku sejak Arab Saudi berdiri, yakni takhta dilanjutkan oleh adik bukan turun ke anak.

Sadar posisinya belum benar-benar aman, Pangeran Muhammad bin Salman bertindak keras. Setelah melengserkan Pangeran Muhammad bin Nayif, dia langsung memenjarakan abang sepupunya itu di dalam istananya sendiri di Kota Jeddah.

Apa yang menjadi kekhawatiran Bin Salman terbukti. Awal bulan lalu, Pangeran Turki bin Muqrin, anak dari mantan Putera Mahkota Pangeran Muqrin bin Abdul Aziz, menembak Bin Salman. "Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman luka ringan di tangan kiri," kata sumber Albalad.co. Dia menambahkan Pangeran Turki bin Muqrin langsung ditangkap.

Sejak awal pekan ini, beredar luas selentingan Raja Salman akan lengser dalam beberapa hari dan menyerahkan takhta kepada anaknya. Rumor ini dilengkapi dengan penangkapan terhadap 20 orang, termasuk Pangeran Abdul Aziz bin Fahad, putera dari mendiang Raja Fahad bin Abdul Aziz, serta dua ulama Syekh Salman al-Audah dan Syekh Muhammad bin Awad al-Qarni.

Jumat pekan ini pun beredar kabar akan ada unjuk rasa besar-besaran di Arab Saudi. Bila terlaksana, itu bakal menjadi protes pertama sepanjang sejarah negara Kabah.

Situasi politik memanas di Arab Saudi memang sepanas konflik memperebutkan takhta Raja Salman.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arabian Business)

Kesehatan Raja Salman mencemaskan

Raja Salman juga mengidap sakit punggung dan sakit lutut parah akibat dislokasi sendi.

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (huseofsaud.com)

Kelompok pembangkang serukan Pangeran Ahmad rebut takhta Raja Salman

Pangeran Ahmad termasuk tiga orang menolak penunjukan Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Kudeta ancam Arab Saudi

"Dalam waktu dekat kita akan menyaksikan kudeta terhadap raja dan putera mahkota," kata Pangeran Khalid.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran pembangkang desak Raja Salman lengser

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz cocok menjadi pengganti.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Menteri luar negeri Yaman duduk di sebelah Netanyahu

Mikrofon di meja Netanyahu mati waktu dia ingin berbicara. Al-Yamani lantas memberikan mikroponnya untuk digunakan oleh pemimpin dari negara Zionis itu.

16 Februari 2019

TERSOHOR