kabar

Emir Qatar ke Indonesia bulan depan

Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani juga akan melawat ke Malaysia dan Singapura.

19 September 2017 13:15

Meski tengah bersengketa dengan negara tetangganya, Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani tetap pada rencananya untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia bulan depan.

Selain ke Indonesia, penguasa negara kaya gas itu juga bakal berkunjung ke Malaysia dan Singapura.

"Emir Qatar akan melakukan kunjungan selama 15-19 Oktober ke tiga negara, yaitu Malaysia, Singapura, dan Indonesia," sumber Albalad.co melalui WhatsApp hari ini. 

Dia menambahkan lawatan Syekh Tamim itu untuk mempererat hubungan bilateral sekaligus meningkatkan hubungan dagang dan investasi antara kedua negara. 

Qatar sudah memiliki investasi di Indonesia, di antaranya di sektor perbankan, telekomunikasi, dan pembangkit listrik.

Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani. (tamimhkalthani.com)

Emir Qatar tidak hadiri KTT Dewan Kerjasama Teluk

Dia mengutus menteri negara urusan luar negeri. Sedangkan lima anggota GCC lainnya - Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Oman - diwakili rajanya masing-masing.

Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani. (Twitter)

Emir Qatar bangun istana di Oman

Hubungan kedua negara kian mesra setelah Qatar diblokade sejak awal Juni tahun lalu.

Presiden Joko Widodo dan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani di Istana Bogor, Jawa Barat, 18 Oktober 2017. (Twitter/@pramonoanung)

Presiden titip 30 ribu warga Indonesia kepada emir Qatar

Kedua negara meneken lima nota kesepahaman tentang pembentukan komisi bersama di bidang transportasi udara, pendidikan, kepemudaan dan olahraga, serta kesehatan.

Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani. (Twitter/@almayassahamad)

Emir Qatar tiba di Jakarta

Syekh Tamim besok pagi dijadwalkan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

tkw suriah

KJRI Jeddah berhasil dapatkan uang diyat bagi keluarga warga Indonesia dibunuh

Pihak majikan sepakat untuk memenuhi hak korban senilai 200 ribu riyal, meliput uang diyat syari sebesar 55 ribu riyal, sisa gaji almarhumah belum dibayar 32.400 riyal, dan santunan senilai 112.600 riyal.

15 Februari 2019

TERSOHOR