kabar

Mahkamah Agung Irak perintahkan Kurdistan batalkan rencana referendum

Turki, Iran, Amerika Serikat, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa juga meminta hal serupa.

20 September 2017 15:36

Mahkamah Agung Irak Senin lalu memutuskan pemerintahan regional Kurdistan di wilayah utara Irak membatalkan rencana menggelar referendum kemerdekaan pada Senin pekan depan.

"Mahkamah Agung telah mengeluarkan putusan buat membatalkan rencana menggelar referendum pada 25 September setelah menerima beragam protes menilai plebisit ini melanggar konstitusi," kata Mahkamah Agung Irak melalui keterangan tertulis.

Seorang sumber dalam parlemen Irak mengungkapkan setidaknya tiga legislator sudah mengajukan gugatan atas rencana referendum Kurdistan itu ke Mahkamah Agung.

Turki, Iran, Amerika Serikat, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa juga meminta Kudistan membatalkan rencana mengadakan plebisit tersebut dan menyarankan sengketa dengan Bagdad diselesaikan lewat perundingan.

Pemimpin Kurdistan Masud Barzani bilang jika pihak mendukung kemerdekaan menang dalam referendum, bukan berarti Kurdistan segera memisahkan diri dari Irak. Dia menekankan hal ini akan mendorong berjalannya dialog serius dengan pemerintah Irak.

Mayoritas anggota parlemen Irak menolak Kurdistan menggelar referendum.

 

 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat mengunjungi Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 12 Februari 2019. (Twitter)

Bin Salman perintahkan pembebasan segera 2.107 warga Pakistan dari penjara di Saudi

Bin Salman bilang dirinya adalah duta besar Pakistan untuk Arab Saudi.

Wakil Presiden Kurdistan Kosrat Rasul. (Al-Arabiya)

Pengadilan Baghdad keluarkan surat penangkapan atas wakil presiden Kurdistan

Pengadilan di Baghdad pekan lalu juga memerintahkan penangkapan atas tiga pejabat Komisi Referendum.

Sekelompok warga Kurdi memajang spanduk bertulisan "Kurdistan bukan Irak". (Kurdistan24.net)

Kurdistan berencana gelar pemilihan presiden dan parlementer pada 1 November

Suara prokemerdekaan menang dalam referendum Senin pekan lalu

Duta Besar Indonesia untuk Irak Bambang Antarikso dan staf KBRI Baghdad berpose memperingati hari batik nasional pada 2 Oktober 2017. (Facebook/KBRI Baghdad)

KBRI Baghdad data warga Indonesia tinggal di Kurdistan

Hingga kemarin hampir 300 orang mengirim datanya ke KBRI.





comments powered by Disqus