kabar

Anak raja Bahrain kunjungi museum pro-Israel di Los Angeles

Rabbi Marvin Hier Februari lalu bertemu Raja Hamad di Manama.

20 September 2017 21:29

Pangeran Nasir bin Hamad al-Khalifah dari Bahrain bersama romobngan besarnya pekan lalu mengunjungi Museum Toleransi di California, Amerika Serikat, seperti dilansir the Los Angeles Times Jumat minggu lalu.

Sehabis itu, putra dari Raja Bahrain Hamad bin Isa al-Khalifah ini menggelar jamuan makan malam dengan tokoh-tokoh lintas agama di the Beverly Wilshire Hilton, Beverly Hills. Dalam acara itu pula, deklarasi Raja Hamad atas toleransi beragama dilansir.

Museum Toleransi itu disponsori oleh the Simon Wiesenthal Center, pendiri sekaligus pemimpinnya, Rabbi Marvin Hier, menyampaikan doa dalam upacara pelantikan Presiden Amerika Donald Trump Januari lalu.

Hier Februari lalu mengunjungi Raja Hamad di istananya di Ibu Kota Manama, Bahrain. Dia amat gtersentuh dengan pernyataan Raja Hamad: Kalau saya memperkirakan, hubungan negara-negara Arab dengan Israel bakal berubah dramatis."

Bahrain juga tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara Zionis tersebut.

Lawatan Pangeran Nasir ke Museum Toleransi itu berlangsung saat Bahrain menghadapi kritikan dan kecaman dari Amerika Serikat dan beragam organisasi hak asasi manusia internasional soal diskriminasi terhadap komunitas Syiah, merupakan penduduk mayoritas di Bahrain.

Amnesty International mencatat selama Juni 2016 hingga Juni 2017, pemerintah Bahrain menangkap, menyiksa, mengancam, mencegah supaya ke luarga negeri atas paling tidak 169 aktivis dan pembangkang atau keluarga mereka. Lembaga ini juga menuding Inggris dan Amerika, mempunyai fasilitas militer di Bahrain, menutup mata terhadap tindakan itu.  

Dua dan Dalal, kakak adik asal Arab Saudi kabur ke Turki. (Twitter)

Detained in Dubai upayakan dua gadis Saudi kabur dapat suaka

"Ayah saya telah mengambil paspor dan kartu identitas kami," kata Dua. "Dia sedang mencari kami sekarang. Kami dalam bahaya."

Rute perjalanan sebuah jet pribadi membawa para pejabat Uni Emirat Arab dan Israel pada 17 Januari 2019 terbang langsung dari Abu Dhabi ke Tel Aviv. (Flight Radar 24)

UEA bayar pengusaha untuk mata-matai pemerintahan Trump

Beberapa sumber mengungkapkan Rasyid berada di bawah perintah direktur badan intelijen UEA Ali asy-Syamsi.

Dua dan Dalal, kakak adik asal Arab Saudi kabur ke Turki. (Twitter)

Twitter tutup akun milik dua gadis Arab Saudi kabur ke Turki

Detained in Dubai berkampanye untuk keselamatan Dua dan Dalal.

Kerusakan di terminal kedatangan Bandar Udara Internasional Abha di Arab Saudi akibat serangan roket oleh milisi Al-Hutiyun di Yaman. (SPA)

Roket Al-Hutiyun hantam bandar udara di Saudi lukai 26 orang

Serangan ini mengakibatkan 26 orang luka, termasuk tiga perempuan dari Yaman, Saudi, dan India, serta dua anak Saudi.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Detained in Dubai upayakan dua gadis Saudi kabur dapat suaka

"Ayah saya telah mengambil paspor dan kartu identitas kami," kata Dua. "Dia sedang mencari kami sekarang. Kami dalam bahaya."

16 Juni 2019

TERSOHOR