kabar

Buku pelajaran di Saudi sebut perayaan maulid nabi haram

Dalam beberapa buku pelajaran lainnya, mengecam praktek kaum Sufi dan Syiah berziarah kubur wali atau ulama.

24 September 2017 16:09

Sekolah-sekolah di Arab Saudi sampai sekarang masih mengajarkan kebencian dan permusuhan terhadap agama lain atau aliran Islam berbeda dengan Wahabi diajarkan di negara Kabah itu.

Kesimpulan ini diambil Human Rights Watch (HRW) setelah mengkaji 45 buku pelajaran dan lembar kerja siswa mulai tingkat sekolah dasar (SD), seklah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Arab Saudi. Organisasi hak asasi manusia berkantor pusat di Kota New York, Amerika Serikat itu melansir hasil kajiannya tersebut pekan lalu.

Sebuah buku pelajaran kelas 5 SD di Arab Saudi mengajarkan kecaman terhadap kaum Sufi atau orang-orang merayakan maulid atau hari kelahiran Nabi Muhammad. "Memperingati kelahiran nabi (Nabi Muhammad) saban tahun haram, karena itu bidah dan meniru kaum Kristen merayakan kelahiran Yesus."  

Dalam beberapa buku pelajaran lainnya, mengecam praktek kaum Sufi dan Syiah berziarah kubur wali atau ulama. Sebab perbuatan itu dikutuk Allah.

Sebuah pelajaran kelas 5 SD lainnya menyebut orang Yahudi, Nasrani, dan kaum pagan sebagai kafir sejati. Karena itu kaum muslim wajib mengucilkan mereka.

HRW bilang setelah serangan 11 September 2001 merobohkan menara kembar World Trade Center di New York, di mana 15 dari 19 pelaku adalah waarga Saudi, para pejabat negara Kabah itu menyatakan bakal mereformasi kurikulum pendidikan mereka. Tapi berdasarkan hasil kajian atas 45 buku pelajaran dan lembar kerja siswa dipakai di sekolah-sekolah di Saudi, HRW menegaskan Saudi melanggar janji mereka.

"Pelecehan resmi oleh pemerintah Saudi terhadap kelompok agama lain disertai larangan penganut agama lain mempraktekkan keyakinannya di tempat umum, meemicu hasutan atas kebencian dan diskriminasi," kata HRW.

Kiri ke kanan: Presiden Libanon Rafiq Hariri, Raja Maroko Muhammad bin Hasan, dan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Prancis. (Twitter/@moaidmahjoub)

Pelayan istana curi 36 jam tangan mewah milik raja Maroko

Salah satu koleksi Raja Muhammad adalah jam tangan Philippe Patek seharga Rp 16,3 miliar.

Delegasi muslim dipimpin Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa, ulama asal Arab Saudi, mengunjungi Kamp Auschwitz di Polandia, 23 Januari 2020. (Twitter)

Ulama Saudi menolak diwawancarai media Israel saat berziarah ke Kamp Auschwitz

Lawatan Syekh Muhammad al-Isa itu berlangsung saat Arab Saudi sedang mempromosikan perubahan dari wajah Wahabi kaku dan keras menjadi Islam moderat.

Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa, ulama asal Arab Saudi sekaligus Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim, memimpin salat dan doa bagi arwah kaum Yahudi dibantai pasukan Nazi Jerman pada Perang Dunia Kedua saat melawat ke Kamp Auschwitz di Polandia, 23 Januari 2020. (Twitter)

Ulama Saudi pimpin salat dan doa bagi arwah kaum Yahudi dibantai Nazi

Hubungan Saudi-Israel makin mesra setelah Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017. 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman curi data dalam telepon seluler Jeff Bezos

Sehabis membuka link video kiriman Bin Salman itulah, semua data dalam telepon pintar Bezos tersedot.





comments powered by Disqus