kabar

92 persen rakyat Kurdistan ingin merdeka dari Irak

Amerika Serikat, negara-negara besar di Eropa, Iran, dan Turki memperingatkan referendum, memang diyakini bakal dimenangkan suara ingin merdeka, bisa membuat kawasan Timur Tengah tengah bergolak makin tidak stabil.

27 September 2017 22:46

Komisi Pemilihan Umum dan Referendum Kurdistan hari ini mengumumkan 92,73 persen rakyat Kurdi ingin mendirikan sebuah negara, dari hasil referendum digelar di wilayah Kurdistan, utara Irak, Senin lalu.

Pengumuman ini keluar sehari setelah Presiden KRG (Pemerintah Regional Kurdistan) Masud Barzani menyatakan prokemerdekaan menang dalam referendum ditentang pemerintah pusat di Baghdad, Turki, Iran, dan negara-negara besar lainnya.

Amerika Serikat, negara-negara besar di Eropa, Iran, dan Turki memperingatkan referendum, memang diyakini bakal dimenangkan suara ingin merdeka, bisa membuat kawasan Timur Tengah tengah bergolak makin tidak stabil.

KRG sudah terbentuk sejak rezim Saddam Husain tumbang akibat inveasi Amerika pada 2003. Wilayah Kurdistan ini ditetapkan sebagai daerah semiotonomi. Meski begitu, mereka memiliki pemerintahan, angkatan bersenjata, dan kebijakan luar negeri sendiri. KRG juga dapat melakukan diplomasi dan perdagangan luar negeri tanpa harus berkonsultasi dengan Baghdad.

Pemerintah Irak menegaskan referendum tersebut melanggar kosntitusi, terutama karena dilakukan pula di wilayah-wilayah lain di luar KRG di utara Irak.

Perdana Menteri Israel menjadi satu-satunya pemimpin negara secara terbuka mendukung pelaksanaan referendum di Kurdistan.

Mobil Peugeot berseliweran di sekitar Menara Azadi di jantung Ibu Kota Teheran, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Amerika akan batasi pergerakan menteri Iran hanya enam blok di New York

Zarif hanya diizinkan bergerak di area antara markas PBB, kantor perwakilan Iran untuk PBB, dan kediaman duta besar Iran buat PBB.

Wakil Presiden Kurdistan Kosrat Rasul. (Al-Arabiya)

Pengadilan Baghdad keluarkan surat penangkapan atas wakil presiden Kurdistan

Pengadilan di Baghdad pekan lalu juga memerintahkan penangkapan atas tiga pejabat Komisi Referendum.

Sekelompok warga Kurdi memajang spanduk bertulisan "Kurdistan bukan Irak". (Kurdistan24.net)

Kurdistan berencana gelar pemilihan presiden dan parlementer pada 1 November

Suara prokemerdekaan menang dalam referendum Senin pekan lalu

Duta Besar Indonesia untuk Irak Bambang Antarikso dan staf KBRI Baghdad berpose memperingati hari batik nasional pada 2 Oktober 2017. (Facebook/KBRI Baghdad)

KBRI Baghdad data warga Indonesia tinggal di Kurdistan

Hingga kemarin hampir 300 orang mengirim datanya ke KBRI.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Amerika akan batasi pergerakan menteri Iran hanya enam blok di New York

Zarif hanya diizinkan bergerak di area antara markas PBB, kantor perwakilan Iran untuk PBB, dan kediaman duta besar Iran buat PBB.

17 Juli 2019

TERSOHOR