kabar

Parlemen Irak minta pemimpin Kurdistan diadili

Irak akan menerjunkan pasukan ke Kirkuk untuk mengambil alih semua ladang minyak dari Kurdistan.

28 September 2017 09:29

Parlemen Irak telah meminta dewan menteri mengambil tindakan tegas terhadap KRG (Pemerintah Regional Kurdistan) karena telah menggelar referendum untuk kemerdekaan. 

Hasil resmi plebisit digelar Senin lalu itu menunjukkan 92,73 persen rakyat Kurdistan ingin melepaskan diri dari Irak dan membentuk sebuah negara merdeka dan berdaulat. 

Dalam sidang kemarin, parlemen Irak mengeluarkan 13 tuntutan, termasuk paling signifikan adalah mengadili pihak-pihak bertanggung jawab atas pelaksanaan referendum, termasuk Presiden KRG Masud Barzani. 

Parlemen Irak juga meminta Baghdad segera menerjunkan pasukan di wilayah-wilayah dikuasai Peshmerga (pasukan Kurdi) di utara Irak. 

"Pemerintah harus mengambil alih ladang-ladang minyak di Kirkuk dan menjadi di bawah kontrol Kementerian Perminyakan Irak," demikian salah satu isi dari 13 resolusi dihasilkan parlemen. 

Parlemen Irak juga memerintahkan Baghdad menutup semua perlintasan di luar kontrol pemerintah dan mengambil alih bandar udara internasional di Irbil dan Sulaimaniya. "S3mua barang keluar masuk perlintasan di Kurdistan ilegal."

Parlemen Irak meminta semua negara menghormati keputusan pemerintah. 

Baghdad, Iran, Turki, Amerika Serikat, dan negara-negara besar di Eropa sejak awal menolak rencana referendum. Mereka melihat langkah itu bakal membuat Timur Tengah sedang bergolak makin tidak stabil. 

Barzani meminta semua negara menghargai hasil referendum. Dia menekankan kemenangan pihak prokemerdekaan akan memperkuat posisi KRG dalam berunding dengan Baghdad. 

Sekelompok warga Kurdi memajang spanduk bertulisan "Kurdistan bukan Irak". (Kurdistan24.net)

Barzani akan berhenti dari jabatan presiden Kurdistan

Masa jabatannya berakhir pada 1 November mendatang.

Wakil Presiden Kurdistan Kosrat Rasul. (Al-Arabiya)

Pengadilan Baghdad keluarkan surat penangkapan atas wakil presiden Kurdistan

Pengadilan di Baghdad pekan lalu juga memerintahkan penangkapan atas tiga pejabat Komisi Referendum.

Sekelompok warga Kurdi memajang spanduk bertulisan "Kurdistan bukan Irak". (Kurdistan24.net)

Kurdistan berencana gelar pemilihan presiden dan parlementer pada 1 November

Suara prokemerdekaan menang dalam referendum Senin pekan lalu

Duta Besar Indonesia untuk Irak Bambang Antarikso dan staf KBRI Baghdad berpose memperingati hari batik nasional pada 2 Oktober 2017. (Facebook/KBRI Baghdad)

KBRI Baghdad data warga Indonesia tinggal di Kurdistan

Hingga kemarin hampir 300 orang mengirim datanya ke KBRI.





comments powered by Disqus