kabar

Qatar tahan 20 pangeran membangkang terhadap emir

Menurut para pangeran tersebut, mereka ditahan sebab memiliki hubungan langsung dengan Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani.

01 Oktober 2017 18:55

Qatar telah menangkap paling sedikit 20 pangeran dari klan ats-Tsani karena menentang kebijakan Emir Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani mengenai blokade diterapkan empat negara Arab. 

Le Point mengungkapkan mereka memperoleh informasi soal penahanan 20 pangeran itu dari serang warga Prancis tengah ditahan di negara Arab supertajir tersebut.

Menurut majalah asal Prancis ini, 20 pangeran itu dikurung lantaran mendukung empat negara pengisolasi, mengungkapkan ketidakpuasan serta penolakan atas beragam kebijakan emir dan pemerintahannya.

"Mereka menahan sekitar 20 orang, di blok saya terdapat enam pangeran dari marga Ats-Tsani," kata Jean-Pierre Marongiu, bos sebuah perusahaan Prancis sudah mendekam dalam penjara di Ibu Kota Doha sejak empat tahun lalu atas kadus cek kosong. Dia membantah dakwaan itu.

Empat pangeran  itu di antaranya bernama Syekh Talal bin Abdul Aziz bin Ahmad bin Ali ats-Tsani, Syekh Abdullah bin Khalifah bin Jassim bin Ali ats-Tsani, Syekh Ali bin Jassim bin Fahad bin Ali ats-Tsani, dan Syekh Nasir bin Abdullah bin Khalifah bin Ali ats-Tsani.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir memutus hubungan diplomatik dengan Qatar sejak 5 Juni lalu. Mereka beralasan negara Arab Teluk itu menyokong terorisme.

Arab Saudi, UEA, dan Bahrain juga memberlakukan blokade darat, laut, dan udara terhadap Qatar. Isolasi berlanjut karena Qatar menolak 13 tuntutan diajukan Saudi sekawan sebagai syarat buat menormalisasi hubungan. 

Menurut para pangeran tersebut, mereka ditahan sebab memiliki hubungan langsung dengan Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani.

Mereka bilang ketegangan makin meningkat dalam keluarga kerajaan dan makin banyak pangeran bergabung dengan Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani dan Syekh Sultan bin Suhaim ats-Tsani.

 

 

 

 

 

Penyair asal Qatar Muhammad bin Futais al-Marri. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan penyair karena bela Saudi

Qatar bulan lalu mencabut status kewarganegaraan atas 55 orang dari suku Al-Murrah.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Snapchat blokir Al-Jazeera di Arab Saudi

Layanan Al-Jazeera di Snapchat itu tersedia di Arab Saudi sejak Mei lalu.

Kepala suku Al-Marri Syekh Talib bin Muhammad bin Lahum bin Syuraim. (Al-Arabiya)

Qatar cabut kewarganegaraan 55 orang dari suku Al-Marri

Qatar pernah mencabut kewarganegaraan lebih dari enam ribu orang dari suku Al-Ghufran pada 2005, juga tanpa alasan jelas.

Barik bin Hadi al-Marri saat diwawancarai Al-Arabiya soal pelaksanaan haji 2017. Dia memuji pemerintah Arab Saudi atas kelancaran pelaksanaan haji. (Al-Arabiya)

Qatar tangkap warganya sepulang dari berhaji

Barik al-Marri ditahan karena memuji Arab Saudi atas kelancaran pelaksanaan haji.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

PPMI Mesir keluhkan respon lambat KBRI soal penangkapan lima mahasiswa Indonesia

Sampai saat ini Muhammad Fitrah Nur Akbar masih ditahan di kantor Kepolisian Qism Tsani, Kairo, dengan alasan demi keamanan nasional tanpa penjelasan.

10 Desember 2017

TERSOHOR