kabar

Menteri Retno: Yordania mitra alami dalam menyuarakan Islam rahmatan lil alamin

Retno dan Aiman setuju tidak ada penyelesaian dalam penyelesaian isu Palestina kecuali solusi dua negara.

05 Oktober 2017 10:43

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan banyak negara Islam saat ini belum  sepenuhnya dapat memanfaatkan potensi dimiliki. Dia menambahkan konflik dalam negeri atau antara sesama negara Islam selama ini membatasi mereka untuk dapat memajukan umatnya.

Dalam kaitan ini, Retno dan Menteri Luar Negeri Yordania Aiman Safadi sepakat pentingnya peningkatan kerja sama, baik secara bilateral atau bersama negara Islam lainnya, untuk memanfaatkan potensi bersama dalam menyejahterakan umat. "Indonesia dan Yordania sebagai dua negara dimana Islam, pluralisme, dan demokrasi berjalan berdampingan, harus dapat menyuarakan Islam rahmatan lil alamin dan memajukan kesejahteraan umat," kata Retno seperti dilansir siaran pers Kementerian Luar Negeri diterima Albalad.co kemarin.

Dalam pertemuan kemarin di Ibu Kota Amman, Yordania, kedua menteri luar negeri juga membahas perkembangan situasi Palestina. Retno menekankan pentingnya untuk terus menempatkan isu kemerdekaan Palestina dalam agenda utama masyarakat internasional. Retno dan Aiman setuju tidak ada penyelesaian dalam penyelesaian isu Palestina kecuali solusi dua negara.

Aiman memuji komitmen Indonesia dalam memperjuangkan dan mencari solusi terhadap berbagai tantangan dihadapi Palestina, termasuk kejadian di Masjid Al-Aqsa baru baru ini. "Indonesia akan selalu berada bersama Palestina karena Palestina berada di jantung politik luar negeri Indonesia," tegas Retno.

Keduanya membahas satu tantangan besar dihadapi kedua negara saat ini, yaitu terorisme dan radikalisme. Retno dan Aiman berpendapat tantangan ini semakin berat dengan adanya ancaman regionalisasi kelompok terorisme akibat banyaknya teroris asing kembali dari beberapa negara di Timur Tengah.

Situasi di Marawi, Filipina, merupakan salah satu contoh dari regionalisasi kelompok teroris.

Berkaitan dengan hal itu, kedua menteri luar negeri menegaskan pentingnya upaya bersama dalam bentuk kerja sama dan kemitraan untuk menanggulangi terorisme dan radikalisme. Karena itu, Retno mendorong agar segera  diselesaikan pembahasan nota kesepahaman soal kerja sama penanggulangan terorisme dan radikalisme.

Beberapa area kerja sama disebut Retno dan Aiman penting biat dilakukan antara lain pertukaran informasi dan intelijen, pencegahan pendanaan bagi terorisme, penanganan teroris asing, program deradikalisasi dan dialog antar agama, serta peningkatan kapasitas.

Terkait kerja sama bilateral kedua negara, Retno bilang kerja sama ekonomi kedua negara masih terbuka lebar. Nilai perdagangan tahun lalu hanya mencapai US$ 256,4 juta dan hampir tidak berbeda dibanding 2015. "Kita harus membuka akses lebih besar bagi produk-produk unggulan masing-masing negara," tutur Retno.

Dia mengatakan selain mengurangi berbagai hambatan perdagangan, diversifikasi produk perdagangan kedua negara juga perlu untuk terus didorong. Indonesia memiliki produk industri strategis sangat kompetitif, seperti pesawat, kapal, dan senjata. "Indonesia memiliki keunggulan di berbagai produk industri strategis dapat dimanfaatkan oleh Yordania," ucap Retno.

Hubungan diplomatik kedua negara dimulai pada 1950. Kedutaan Besar Indonesia di Amman, Yordania, dibuka sejak 1985, sedangkan Yordania membuka kedutaannya di Jakarta pada November 1986.

Jumlah wisatawan Yordania berkunjung ke Indonesia tahun lalu sebanyak 4.806 orang. Sedangkan warga Indonesia melawat ke negara Bani Hasyim itu sebesar 70 ribu orang. Warga Indonesia bermukim di Yordania berjumlah 4.157 orang.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Duta Besar Indonesia untuk Libanon berpose bareng seratus personel angkatan laut pasukan Garuda di depan KRI Usman Harun di Pelabuhan Beirut, 25 Februari 2018. ( Biro Pers Kemlu)

Menteri Retno ajak pasukan Garuda jaga perdamaian di Libanon Selatan

Ini merupakan lawatan kedua menteri luar negeri Indonesia ke pasukan garuda setelah Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda pada 2007, ketika pasukan Garuda pertema kali bertugas di Libanon Selatan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi didampingi Duta Besar Indonesia untuk Yordania Andy rachmianto bertemu Raja Abdullah di Istana Al-Husainiyah di Ibu Kota Amman, Yordania, 4 Oktober 2017. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Menteri Retno dan Raja Abdullah serukan persatuan negara-negara muslim

Keduanya sepakat meningkatkan kerja sama kedua negara dalam menanggulangi terorisme dan radikalisme.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bertemu Imam Besar Al-Azhar Syekh Ahmad Muhammad at-Tayyib di Ibu Kota Kairo, mesir, 5 Februari 2017. (Kementerian Luar Negeri)

Imam besar Al-Azhar puji Islam damai disebarluaskan Indonesia

Saat ini ada sekitar 3.500 mahasiswa Indonesia berkuliah di Al-Azhar.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat memberikan sambutan dalam acara penandatanganan nota kesepahaman soal pembentukan Koalisi Antiperdagangan Orang di kantornya, 23 Agustus 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dua mahasiswi Indonesia ditahan di Turki telah dibebaskan

Sedangkan Handika Lintang Saputra, ditahan di Gaziantep sejak 3 Juni lalu, belum dilepaskan.





comments powered by Disqus