kabar

Lelaki Saudi gugat tetangganya karena membunuh seekor semut

Hakim menolak memproses karena penggugat tidak bisa menunjukkan surat kuasa dirinya sebagai pengacara semut terbunuh.

10 Oktober 2017 07:56

Delapan tahun lalu, seorang lelaki Arab Saudi tidak disebut namanya menggugat seorang tetangganya lantaran menginjak seekor semut hingga tewas dengan sengaja. Dia menekankan perbuatan itu melanggar ajaran Islam.

"Seekor semut ciptaan Tuhan berhak untuk hidup," kata pria tersebut di hadapan Hakim Muhammad al-Fayiz. Karena itu, dia meminta kepaa hakim agar hukum Ilam ditegakkan terhadap pembunuh seekor semut itu.

Hakim Fayiz bilang kepada penggugat, dirinya tidak bisa memproses gugatan itu kalau penggugat tidak menunjukkan bukti penunjukan dirinya sebagai pengacara oleh orang tua semut terbunuh.

"Kasus ini tidak bisa dilanjutkan lantaran Anda tidak bisa memberikan surat kuasa dari orang tua semut menunjuk Anda sebagai pengacara," ujar Fayiz.

Penggugat itu kaget dengan jawaban hakim. Dia lantas meninggalkan ruangan sidang.

Ibu Kota Kairo, Mesir. (afrika.com)

PPMI Mesir keluhkan respon lambat KBRI soal penangkapan lima mahasiswa Indonesia

Sampai saat ini Muhammad Fitrah Nur Akbar masih ditahan di kantor Kepolisian Qism Tsani, Kairo, dengan alasan demi keamanan nasional tanpa penjelasan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Para pangeran senior Saudi bersatu lawan anak Raja Salman

Sekitar 95 persen dari tahanan rasuah di Hotel Ritz Carlton setuju menyerahkan harta mereka sebagai syarat pembebasan.

Penyanyi Yahudi saleh Yonatan Razel. (Ohad Romano Public Relations)

Penyanyi Yahudi saleh tampil dengan mata tertutup karena haram lihat penonton perempuan

Tahun lalu, dalam sebuah penampilan di Shiloh, dia menutupi wajahnya ketika penonton wanita mulai bergoyang.

Pemimpin milisi Al-Hutiyun Abdul Malik al-Hutiyun. (Al-Arabiya)

Tiga hal mesti diketahui soal mendiang Ali Abdullah Saleh

Saleh mengembuskan napas terakhirnya dengan menyisakan korupsi, perang, dan rakyat terbelah di negeri Arab termiskin tersebut.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

PPMI Mesir keluhkan respon lambat KBRI soal penangkapan lima mahasiswa Indonesia

Sampai saat ini Muhammad Fitrah Nur Akbar masih ditahan di kantor Kepolisian Qism Tsani, Kairo, dengan alasan demi keamanan nasional tanpa penjelasan.

10 Desember 2017

TERSOHOR