kabar

Lelaki Saudi gugat tetangganya karena membunuh seekor semut

Hakim menolak memproses karena penggugat tidak bisa menunjukkan surat kuasa dirinya sebagai pengacara semut terbunuh.

10 Oktober 2017 00:56

Delapan tahun lalu, seorang lelaki Arab Saudi tidak disebut namanya menggugat seorang tetangganya lantaran menginjak seekor semut hingga tewas dengan sengaja. Dia menekankan perbuatan itu melanggar ajaran Islam.

"Seekor semut ciptaan Tuhan berhak untuk hidup," kata pria tersebut di hadapan Hakim Muhammad al-Fayiz. Karena itu, dia meminta kepaa hakim agar hukum Ilam ditegakkan terhadap pembunuh seekor semut itu.

Hakim Fayiz bilang kepada penggugat, dirinya tidak bisa memproses gugatan itu kalau penggugat tidak menunjukkan bukti penunjukan dirinya sebagai pengacara oleh orang tua semut terbunuh.

"Kasus ini tidak bisa dilanjutkan lantaran Anda tidak bisa memberikan surat kuasa dari orang tua semut menunjuk Anda sebagai pengacara," ujar Fayiz.

Penggugat itu kaget dengan jawaban hakim. Dia lantas meninggalkan ruangan sidang.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid menerima kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 12 Januari 2020. (Twitter)

Peraih Nobel Perdamaian asal Inggris nominasikan Bin Zayid dan Netanyahu buat Nobel Perdamaian 2021

Lord David Trimble bareng John Hume pada 1998 menerima Nobel Perdamaian atas upaya mereka mengakhiri konflik Inggris-Irlandia Utara.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kota Jeddah, Arab Saudi, mengantar pulang MR, bocah tujuh tahun ditelantarkan orang tuanya sejak dilahirkan. Dia tiba di Jakarta pada 24 November 2020. (KJRI Jeddah buat Albalad.co)

KJRI Jeddah antar pulang bocah ditelantarkan orang tuanya ke Indonesia

Ibunya dideportasi karena melanggar aturan imigrasi Saudi.

Paspor milik Aimadoula Waili, ulama Uighur sedang diburu Cina di Arab Saudi. (Supplied)

Saudi tangkap ulama Uighur buruan Cina

Dalam lawatannya ke Cina Februari tahun lalu, Bin Salman menyatakan dukungan terhadap upaya Cina memerangi terorisme dan ekstremisme di Xinjiang.

Putera Mahkkota Bahrain Syekh Salman bin Hamad al-Khalifah mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk datang berkunjung ke negara Arab Teluk itu. Undangan itu dia sampaikan saat berbicara dengan Netanyahu lewat telepon pada 23 November 2020. (crownprince.bh)

Netanyahu segera melawat ke Bahrain

Kalau Netanyahu jadi berkunjung ke Bahrain, maka itu menjadi negara Arab Teluk ketiga dia datangi setelah Oman pada Oktober 2018 dan Arab Saudi di bulan ini.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Peraih Nobel Perdamaian asal Inggris nominasikan Bin Zayid dan Netanyahu buat Nobel Perdamaian 2021

Lord David Trimble bareng John Hume pada 1998 menerima Nobel Perdamaian atas upaya mereka mengakhiri konflik Inggris-Irlandia Utara.

26 November 2020

TERSOHOR