kabar

Lelaki Saudi gugat tetangganya karena membunuh seekor semut

Hakim menolak memproses karena penggugat tidak bisa menunjukkan surat kuasa dirinya sebagai pengacara semut terbunuh.

10 Oktober 2017 07:56

Delapan tahun lalu, seorang lelaki Arab Saudi tidak disebut namanya menggugat seorang tetangganya lantaran menginjak seekor semut hingga tewas dengan sengaja. Dia menekankan perbuatan itu melanggar ajaran Islam.

"Seekor semut ciptaan Tuhan berhak untuk hidup," kata pria tersebut di hadapan Hakim Muhammad al-Fayiz. Karena itu, dia meminta kepaa hakim agar hukum Ilam ditegakkan terhadap pembunuh seekor semut itu.

Hakim Fayiz bilang kepada penggugat, dirinya tidak bisa memproses gugatan itu kalau penggugat tidak menunjukkan bukti penunjukan dirinya sebagai pengacara oleh orang tua semut terbunuh.

"Kasus ini tidak bisa dilanjutkan lantaran Anda tidak bisa memberikan surat kuasa dari orang tua semut menunjuk Anda sebagai pengacara," ujar Fayiz.

Penggugat itu kaget dengan jawaban hakim. Dia lantas meninggalkan ruangan sidang.

Seorang perempuan tua menjunjung dua kotak makanan seusai mencoblos dalam referendum di Mesir pada 20 April 2019. (Twitter)

Rakyat Mesir setuju Presiden Sisi menjabat hingga 2030

Sejak terpilih sebagai presiden pada 2014, Sisi telah menahan 60 ribu aktivis.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bareng istri (Sara) dan dua putranya, Yair dan Yoav, pelesiran ke Dataran Tinggi Golan pada 23 April 2019. (Twitter/@netanyahu)

Netanyahu sekeluarga pelesiran ke Golan

Israel akan membangun permukiman baru Yahudi di Golan, diberi nama permukiman Donald Trump.

Arab Saudi (Wikipedia)

Arab Saudi pancung 37 warganya

Bahkan salah satu yang telah dieksekusi disalib di depan umum.

Ribuan demosntran berunjuk rasa di luar istana Presiden Sudan Umar al-Basyir sejak Sabtu, 6 April 2019. (CNN)

Mantan Presiden Basyir huni sel berpenyejuk udara

Basyir ditangkap dan bakal diadili dengan dakwaan kasus pencucian uang setelah aparat intelijen militer menemukan fulus lebih dari Rp 98 miliar dari kediamannya di Khartum.





comments powered by Disqus