kabar

Qatar bekukan semua aset Syekh Abdullah ats-Tsani

Atas inisiatif pribadi, Syekh Abdullah Agustus lalu melakukan misi damai ke Arab Saudi.

15 Oktober 2017 10:25

Qatar telah membekukan semua aset milik Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani, anggota keluarga kerajaan menentang semua kebijakan Emir Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani menyebabkan krisis dengan sejumlah negara Arab tetangga.

"Rezim Qatar menghrmati saya dengan membekukan seluruh rekening bank saya," tulis Syekh Abdullah di akun Twitternya kemarin. "Saya berterima kasih kepada mereka atas kehormatan ini dan saya merasa terhormat untuk mempersembahkan ini kepada tanah air saya."

Syekh Abdullah berharap Qatar segera menyelesaikan konflik dengan negara-negara Arab tetangganya.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir sejak 5 Juni lalu memutus hubungan diplomatik dengan Qatar. Mereka beralasan negara kaya gas tersebut menyokong terorisme.

Arab Saudi, UEA, dan Bahrain juga menerapkan blokade darat, laut, dan udara terhadap Qatar. Blokade berlanjut setelah Qatar menolak 13 syarat buat menormalisasi hubungan.    

Atas inisiatif pribadi, Syekh Abdullah Agustus lalu terbang ke Arab Saudi. Dia menemui Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman dan Raja Salman bin Abdul Aziz tengah berlibur di Maroko. Misi damai Syekh Abdullah membuahkan hasil. Raja Salman membuka perlinatasan Salwa agar jamaah haji Qatar bisa menyeberang masuk.

Syekh Abdullah adalah putra kedua dari mendiang Emir Ali bin Abdullah ats-Tsani, cucu dari Emir Abdullah bin Jassim ats-Tsani, dan saudara kandung dari Emir Ahmad bin Ali ats-Tsani, dikudeta oleh Syekh Khalifah bin Hamad ats-Tsani, kakek dari emir Qatar saat ini Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani, pada 22 Februari 1972.

Menteri Luar Negeri Yaman duduk di samping Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat pembukaan konferensi perdamaian di Timur Tengah, digelar pada 14 Februari di Ibu Kota Warsawa, Polandia. (Arab Observer)

Menteri luar negeri Yaman duduk di sebelah Netanyahu

Mikrofon di meja Netanyahu mati waktu dia ingin berbicara. Al-Yamani lantas memberikan mikroponnya untuk digunakan oleh pemimpin dari negara Zionis itu.

Kuasa Usaha Sementara Indonesia untuk Suriah Didi Wahyudi pada Jumat, 28 Agustus 2015, melepas 13 tenaga kerja perempuan akan dipulangkan ke Indonesia. (KBRI Damaskus buat Albalad.co)

KJRI Jeddah berhasil dapatkan uang diyat bagi keluarga warga Indonesia dibunuh

Pihak majikan sepakat untuk memenuhi hak korban senilai 200 ribu riyal, meliput uang diyat syari sebesar 55 ribu riyal, sisa gaji almarhumah belum dibayar 32.400 riyal, dan santunan senilai 112.600 riyal.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat mengunjungi Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 12 Februari 2019. (Twitter)

Putera mahkota Saudi tiba di Jakarta Senin sore

Ini bakal menjadi lawatan luar negeri pertama Bin Salman setelah citra Saudi dan dirinya ternoda akibat pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi.

Putera Mahkota Arab Saudi bin Salman saat berada di atap Kabah pada 12 Februari 2019. (Twitter)

Anak Raja Salman dikecam karena naik ke atap Kabah

Ratusan aparat keamanan mengelilingi Kabah dan hanya menyisakan dua jalur bagi jamaah buat bertawaf.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Menteri luar negeri Yaman duduk di sebelah Netanyahu

Mikrofon di meja Netanyahu mati waktu dia ingin berbicara. Al-Yamani lantas memberikan mikroponnya untuk digunakan oleh pemimpin dari negara Zionis itu.

16 Februari 2019

TERSOHOR