kabar

Anak Raja Salman temui Netanyahu bulan lalu

Pangeran Muhammad bin Salman dan rombongan resmi ke Tel Aviv pada 7 September.

24 Oktober 2017 11:25

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman bareng rombongan bulan lalu mengunjungi Israel secara rahasia.

Seorang pejabat Israel menolak disebut identitasnya Jumat pekan lalu mengungkapkan anak dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz itu bertemu sejumlah pejabat tinggi Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Namun dia menolak menjelaskan hasil pertemuan antara Pangeran Muhammad bin Salman dengan para pejabat senior negara Zionis tersebut di Ibu Kota Tel Aviv.

Sebuah radio resmi berbahasa Ibrani melaporkan pada 7 September lalu ada seorang amir dari pihak istana di Saudi berkunjung ke Israel. Dia mengadakan pertemuan dengan beberapa pejabat untuk membahas beragam upaya mendorong perdamaian di Timur Tengah.

Kala itu pula, wartawan Ariel Kahana, bekerja untuk majalah mingguan Makor Rishon, menulis di akun Twitternya: "Bin Salman melawat ke Israel dengan sebuah delegasi resmi dan bertemu para pejabat (Israel)."

Beberapa hari kemudian, narablog tersohor asal Arab Saudi, Mujtahid, menulis: "Wartawan Noga Tarnopolsky, spesialis dalam isu Israel dan bereputasi internasional, membenarkan soal kunjungan Muhammad bin Salman ke Israel."

Netanyahu bulan lalu bilang Israel sudah menjalin hubungan dengan negara-negar Arab di level tak pernah terduga sepanjang sejjarah negara Bintang Daud itu, namun relasi ini berjalan diam-diam.

Menteri Komunikasi Israel Ayub Kara mengakui banyak negara Arab telah menjalin hubungan dengan Israel, mulai dari Mesir dan Yordania hingga Arab Saudi, negara-negara Arab Teluk, negara-negara Arab maghribi, dan sebagian Irak (Kurdistan).

"Sebagian besar negara Arab Teluk sudah sangat siap untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel," ujar Kara. "Karena mereka merasa terancam oleh Iran, bukan Israel."

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi membantah soal kunjungan Pangeran Muhammad bin Salman ke Israel.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

PBB sebut ada bukti kuat putera mahkota Arab Saudi terlibat pembunuhan Khashoggi

Turki bareng KOngres Amerika Serikat, dan CIA memang sudah menyatakan Bin Salman merupakan pemberi perintah untuk menghabisi Khashoggi.

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi pecat tiga imam masjid karena kebebasan berekspresi

Arab Saudi juga berencana memenggal kepala tiga ulama moderat sehabis Ramadan tahun ini, yakni Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari.

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi akan eksekusi mati tiga ulama sehabis Ramadan

"Arab Saudi tidak akan menunggu sampai vonis mati dikeluarkan untuk mengeksekusi mereka," kata seorang sumber.

Iyad al-Baghdadi, aktivis prodemokrasi tinggal di Norwegia menjadi sasaran pembunuhan Arab Saudi. (Twitter)

Tiga teman Khashoggi terancam dibunuh oleh Arab Saudi

Ketiga orang ini adalah Iyad al-Baghdadi (tinggal di Norwegia), Umar Abdul Aziz (menetap di Kanada), dan satu orang belum diketahui identitasnya dan bermukim di Amerika.





comments powered by Disqus