kabar

Arab Saudi akui penculikan empat pangeran pembangkang

Ketiganya adalah Sultan bin Turki bin Abdul Aziz, Saud bin Saif an-Nasr bin Saud bin Abdul Aziz, dan Turki bin Bandar bin Muhammad bin Abdurrahman.

31 Oktober 2017 06:26

Mantan kepala badan intelijen Arab Saudi Pangeran Turki al-Faisal membenarkan penculikan empat pangeran pembangkang asal negara Kabah itu. Agen-agen keamanan Saudi menculik mereka dan telah membawa mereka kembali ke Riyadh.

Pangeran Turki bilang Interpol telah mengeluarkan surat perintah penangkapan atas keempat pangeran Arab Saudi getol mengkritik rezim berkuasa di negeri Dua Kota Suci tersebut. "Kami tidak ingin mempublikasikan persoalan ini karena kami menganggap ini masalah dalam negeri," katanya dalam wawancara khusus dengan kantor berita Sputnik asal Rusia. "Mereka sudah ada di sini, mereka tidak hilang."

Namun Pangeran Turki tidak menyebut identitas keempat pangerang pembangkang itu.

BBC Agustus lalu melaporkan soal penculikan tiga pangeran Arab Saudi rajin mengecam pemerintah mereka. Ketiganya adalah Sultan bin Turki bin Abdul Aziz, Saud bin Saif an-Nasr bin Saud bin Abdul Aziz, dan Turki bin Bandar bin Muhammad bin Abdurrahman.

Seorang perempuan tua menjunjung dua kotak makanan seusai mencoblos dalam referendum di Mesir pada 20 April 2019. (Twitter)

Rakyat Mesir setuju Presiden Sisi menjabat hingga 2030

Sejak terpilih sebagai presiden pada 2014, Sisi telah menahan 60 ribu aktivis.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bareng istri (Sara) dan dua putranya, Yair dan Yoav, pelesiran ke Dataran Tinggi Golan pada 23 April 2019. (Twitter/@netanyahu)

Netanyahu sekeluarga pelesiran ke Golan

Israel akan membangun permukiman baru Yahudi di Golan, diberi nama permukiman Donald Trump.

Arab Saudi (Wikipedia)

Arab Saudi pancung 37 warganya

Bahkan salah satu yang telah dieksekusi disalib di depan umum.

Ribuan demosntran berunjuk rasa di luar istana Presiden Sudan Umar al-Basyir sejak Sabtu, 6 April 2019. (CNN)

Mantan Presiden Basyir huni sel berpenyejuk udara

Basyir ditangkap dan bakal diadili dengan dakwaan kasus pencucian uang setelah aparat intelijen militer menemukan fulus lebih dari Rp 98 miliar dari kediamannya di Khartum.





comments powered by Disqus