kabar

Perdana Menteri Libanon Saad Hariri berhenti

Hariri merasa dirinya menjadi sasaran pembunuhan.

04 November 2017 18:35

Perdana Menteri Libanon Saad Hariri hari ini berhenti dari jabatannya. Dia mengumumkan pengunduran diri itu melalui pidato di televisi.

"Kita hidup dalam sebuah situasi mirip dengan keadaan sebelum pembunuhan syuhada Rafik Hariri," kata Saad. "Saya merasa bakal menjadi sasaran pembunuhan."

Rafik Hariri tewas setelah ledakan bom TNT seberat 1.800 kilogram menghantam konvoinya saat melewati Hotel Saint George di Ibu Kota Beirut, Libanon. Insiden ini terjadi pada 14 Februari 2005.

Hariri menyalahkan Iran karena telah mencampuri urusan dalam negeri negara-negara Arab. Dia juga mengecam Hizbullah, milisi Syiah terkuat di Libanon, lantatan menciptakan situasi tidak menentuk di sana.

Hariri ditunjuk sebagai perdana menteri akhir tahun lalu. Dia membentuk pemerintahan persatuan nasional beranggotakan 30 menteri, termasuk dari Hizbullah.

Pemerintahannya berhasil mencegah melebarnya konflik bersenjata di Suriah sampai ke Libanon.

Pengunduran diri Hariri terjadi saat dia tengah berada di Arab Saudi dan diperkirakan akan meningkatkan ketegangan di Libanon.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adil al-Jubair menggelar jumpa pers bersama usai pertemuan bilateral di Jakarta, 23 Oktober 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi berjanji tidak bunuh lagi pengkritik penguasa

Sebanyak 18 orang telah ditahan untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan 16 pejabat pemerintah sudah dipecat.

Jet pribadi bernomor HZ-SK1 mengangkut para pembunuh wartawan Khashoggi meninggalkan Bandar Udara Ataturk di Kota Istanbul, Turki, menuju Riyadh, Arab Saudi, pada 2 Oktober 2018 pukul 18.20 waktu setempat.(Screengrab)

Potongan tubuh Khashoggi diduga dibawa ke Riyadh

Mayat Khashoggi dimutilasi menjadi 15 bagian.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran pembangkang desak Raja Salman lengser

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz cocok menjadi pengganti.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz pada 19 Oktober 2018 memberhentikan Saud al-Qahtani dari jabatan penasihat istana. (Arab News)

Penasihat istana: Segalanya atas perintah Raja Salman dan putera mahkota

Saud al-Qahtani pernah memperingatkan Jamal Khashoggi untuk berhenti mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah Arab Saudi.





comments powered by Disqus