kabar

Saad Hariri mundur beberapa hari setelah lolos dari usaha pembunuhan

Presiden Libanon Michel Aun meminta Hariri tetap bertahan hingga perdana menteri baru terpilih dan membentuk pemerintahan.

04 November 2017 22:10

Pengunduran diri mengejutkan oleh Perdana Menteri Libanon Saad Hariri berlangsung beberapa hari setelah dia lolos dari usaha pembunuhan.

Al-Arabiya melaporkan usaha pembunuhan terhadap Hariri itu terjadi beberapa hari lalu di Ibu Kota Beirut, Libanon, namun berhasil digagalkan. Tapi tidak disebutkan siapa pihak bertanggung jawab atas rencana ini.

Hariri mengumumkan pengunduran dirinya hari ini melalui televisi dari Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. Dia kembali mengunjungi negara Kabah tersebut kemarin setelah awal pekan ini bertemu Menteri Urusan Teluk Arab Saudi Thamir as-Sabhan.

Dalam pidatonya, Hariri menyalahkan Iran dan Hizbullah, milisi terkuat di Libanon, sebagai pembuat kekacauan dan kerusakan di kawasan Timur Tengah. Dia juga merasa nyawanya terancam.

Berhentinya Hariri sebagai kepala pemerintahan Libanon berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan Iran. Hariri yang Sunni lebih dekat kepada Saudi, sedangkan Hizbullah, beraliran Syiah, akrab dengan Iran.

Presiden Libanon Michel Aun meminta Hariri tetap bertahan hingga perdana menteri baru terpilih dan membentuk pemerintahan. Sesuai konstitusi Libanon, jabatan perdana menteri menjadi hak orang Sunni. Sedangkan Syiah kebagian jatah ketua parlemen dan Kristen menjadi presiden.

Pengunduran diri Hariri ini kian memperburuk situasi tidak menentu di Libanon.

Jam tangan bergambar mendiang Presiden Irak Saddam Husain dijual di Ibu Kota Baghdad. Polisi sudah menangkap lelaki penjualnya. (Media sosial)

Polisi Irak tangkap penjual jam tangan bergambar Saddam Husain

Saddam menjalani hukuman gantung pada 30 Desember 2006.

Raja Hamad bin Isa al-Khalifah dari Bahrain. (Albawaba)

Raja Bahrain kembalikan status kewarganegaraan 551 warganya

Dalam pengadilan massal pekan lalu, 138 orang diputus kehilangan kewarganegaraannya.

Petugas kebersihan mengumpulkan ribuan jangkrik mati di Masjid Nabawi, Kota Madinah, Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Ribuan jangkrik serbu Masjid Nabawi

Lebih dari 150 petugas kebersihan telah diterjunkan untuk menyemprotkan pestisida dan mengumpulkan jangkrik-jangkrik mati.

Maha as-Subaii (28 tahun) dan adiknya Wafa as-Subaii (25 tahun), dua gadis asal Arab Saudi meminta suaka ke Georgia. (Twitter/@GeorgiaSisters)

Dua gadis Arab Saudi minta suaka ke Georgia

Bulan lalu, dua perempuan Saudi kabur ke Hong Kong dan berhasil mendapatkan visa setelah bersembunyi di sana berbulan-bulan. Keduanya telah mendapat suaka di sebuah negara.





comments powered by Disqus