kabar

Arab Saudi tangkap sebelas pangeran dan empat menteri karena korupsi

Mereka diduga terlibat dalam perkara korupsi dalam banjir Jeddah dan virus MERS.

05 November 2017 11:01

Arab Saudi semalam menangkap sebelas pangeran, empat menteri, dan puluhan mantan menteri karena diduga terlibat korupsi. Namun identitas mereka tidak disebutkan.

Sejumlah sumber mengungkapkan penangkapan itu atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi baru dibentuk dan diketuai oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Komisi Pemberantasan Korupsi Arab Saudi telah mengumumkan akan membuka kembali perkara dugaan rasuah dalam banjir Jeddah dan wabah virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

Melalui dekrit Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz, komisi antirasuah dipimpin Pangeran Muhammad bin Salman beranggotakan ketua Komisi Pengawasan dan Investigasi, ketua Otoritas Antikorupsi Nasional, ketua Biro Audit Umum, jaksa agung, kepala Dewan Keamanan Nasional.

Komisi Pemberantasan Korupsi ini berwenang untuk menyelidiki, menangkap mengeluarkan larangan bepergian, membekukan rekening dan aset, dan melacak dana serta aset dari para tersangka kasus korupsi.

 

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arabian Business)

Kesehatan Raja Salman mencemaskan

Raja Salman juga mengidap sakit punggung dan sakit lutut parah akibat dislokasi sendi.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman utarakan niatnya bunuh Khashoggi pada 2017

Bin Salman mengungkapkan gagasannya itu kepada dua asisten kepercayaannya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Saudi raup Rp 1.487 triliun dari hasil kompromi dengan tersangka koruptor

Meski dilepas, mereka dilarang keluar negeri dan harus memakai gelang kaki sebagai alat pengawasan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dan CEO SoftBank Group Masayoshi Son usai penandatanganan nota kesepahaman di Kota New York, Amerika Serikat, 27 Maret 2018, buat membangun pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia. (Al-Arabiya/Supplied)

Lima pangeran Arab Saudi masih dilarang ke luar negeri

Bin Salman masih menyekap ibunya, Fahda al-Hathlin, dalam penjara bawah tanah di istana milik abangnya.





comments powered by Disqus