kabar

Satu lagi pangeran di Arab Saudi ditahan karena korupsi

Satu pangeran kabur ke Iran meminta suaka.

07 November 2017 05:43

Komisi Pemberantasan Korupsi Arab Saudi diketuai Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman terus memburu anggota keluarga kerajaan dengan sangkaan terlibat korupsi.

Sumber Albalad.co di Arab Saudi bilang hari ini polisi menahan satu lagi anggota keluarga kerajaan, yakni Pangeran Muhammad bin Fahad, putra dari mendiang Raja Fahad bin Abdul Aziz. "Dia ditangkap hari ini dan ditahan di Ritz Carlton," katanya.

Penangkapan atas Pangeran Muhammad bin Fahad ini menambah panjang daftar anggota keluarga kerajaan dan pejabat tinggi telah ditahan sejak Sabtu pekan lalu di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh. Sejauh ini sudah 12 pangeran, empat menteri, dan sekitar 40 mantan menteri, pejabat, serta pengusaha ditahan atas dugaan rasuah.

Sumber tersebut menambahkan Pangeran Turki bin Muhammad, anak dari Pangeran Muhammad bin Fahad, telah tiba di Ibu Kota Teheran, Iran, untuk meminta suaka.

Dikabarkan pula, seorang pangeran Arab Saudi telah kabur ke Yaman buat mencari perlindungan.

Banyak pihak menilai penangkapan ini bermotif politik dan untuk memperkuat posisi Pangeran Muhammad bin Salman sebelum naik takhta menggantikan ayahnya.   

Arab Saudi telah menyatakan bakal membekukan semua rekening dari seluruh tersangka kasus korupsi tersebut.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arabian Business)

Kesehatan Raja Salman mencemaskan

Raja Salman juga mengidap sakit punggung dan sakit lutut parah akibat dislokasi sendi.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman utarakan niatnya bunuh Khashoggi pada 2017

Bin Salman mengungkapkan gagasannya itu kepada dua asisten kepercayaannya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Saudi raup Rp 1.487 triliun dari hasil kompromi dengan tersangka koruptor

Meski dilepas, mereka dilarang keluar negeri dan harus memakai gelang kaki sebagai alat pengawasan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dan CEO SoftBank Group Masayoshi Son usai penandatanganan nota kesepahaman di Kota New York, Amerika Serikat, 27 Maret 2018, buat membangun pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia. (Al-Arabiya/Supplied)

Lima pangeran Arab Saudi masih dilarang ke luar negeri

Bin Salman masih menyekap ibunya, Fahda al-Hathlin, dalam penjara bawah tanah di istana milik abangnya.





comments powered by Disqus