kabar

Dua alasan Pangeran Al-Walid ditahan

Jumlah pangeran ditahan atas tuduhan korupsi kini sebanyak 12 orang.

07 November 2017 08:41

Pencucian uang menjadi salah satu tudingan dialamatkan kepada Pangeran Al-Walid bin Talal, ditangkap bareng sepuluh pangeran, empat menteri, serta 38 mantan menteri, pejabat, dan pengusaha.

Polisi membekuk mereka Sabtu malam pekan lalu atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk hari itu pula dan diketuai oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Namun seorang sumber terpercaya membantah hal itu. Dia mengungkapkan ada dua alasan kenapa pemilik konglomerasi Kingdom Holding Company tersebut ditahan, yakni dia menolak ikut mendanai proyek pembangunan kota raksasa Neom.

Pangeran Muhammad bin Salman meluncurkan proyek tersebut dalam konferensi bertajuk Future Investment Initiative, digelar di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 24-26 Oktober lalu.

Alasan kedua, lanjut sumber itu, Pangeran Al-Walid telah menyerukan agar mantan Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Nayif dibebaskan dari status tahanan rumah.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Juni lalu mencopot Pangeran Muhammad bin Nayif dari posisi putera mahkota dan digantikan oleh Pangeran Muhammad bin Salman. Setelah itu, dia dikenai tahanan rumah dalam istananya di Kota Jeddah sampai sekarang.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal. (Gulf Business)

Pangeran Al-Walid bin Talal masih rundingkan harga pembebasannya

Arab Saudi akan mengupayakan ekstradisi atas para tersangka korupsi tinggal di luar negeri.

Pangeran Al-Walid bin Talal, pemilik Kingdom Holding Company. (Arabian Business)

Pangeran Al-Walid dipindah ke penjara khusus teroris

Kamar di Hotel Ritz Carlton di Riyadh sudah bisa dipesan mulai bulan depan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Identitas sebelas pangeran Saudi ditangkap pekan lalu karena berdemonstrasi

Di antaranya adalah Pangeran Bandar bin Abdallah, Pangeran Nayif bin Sultan, dan Pangeran Saud bin Sultan.

Pangeran Al-Walid bin Talal dari Arab Saudi bersalaman dengan Presiden Joko Widodo saat bertemu di Istana Bogor, Jawa Barat, 22 Mei 2016. Tampak pula Duta besar Indonesia buat Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said. (Agus Maftuh Abegebriel buat Albalad.co)

Pangeran Al-Walid tolak serahkan harta sebagai syarat pembebasan dirinya

Dia meminta digelar pengadilan terbuka dan menghadirkan saksi-saksi.





comments powered by Disqus