kabar

Pangeran Mansur bin Muqrin diduga dibunuh karena melawan anak Raja Salman

Pangeran Mansur baru-baru ini menyurati seribu pangeran dan meminta mereka memberontak.

09 November 2017 12:30

Hingga kini Arab Saudi tidak menyebutkan penyebab kecelakaan helikopter menewaskan Wakil Gubernur Asir Pangeran Mansur bin Muqrin, anak dari mantan Putera Mahkota Pangeran Muqrin bin Abdul Aziz.

Pangeran Mansur terbunuh bareng tujuh pejabat senior Arab Saudi lainnya ketika helikopter mereka tumpangi meledak Ahad pekan lalu, saat terbang dekat perbatasan Yaman di Provinsi Asir. 

Sejumlah sumber mengungkapkan kepada the New Khaleej, Pangeran Mansur dibunuh lantaran melawan kepada Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman. Mereka menambahkan helikopter ditumpangi Pangeran Mansur memang sengaja ditembak oleh jet tempur Arab Saudi.

Sumber-sumber itu bilang Pangeran Mansur baru-baru ini mengirim surat kepada sekitar seribu pangeran. Isinya mendesak mereka menghentikan sokongan buat Pangeran Muhammad bin Salman dan meminta mereka memberontak.

Insiden itu merupakan pesan kuat Pangeran Muhammad bin Salman bakal membungkam siapa saja berani mentang dirinya.  

Terbunuhnya Pangeran Mansur terjadi sehari setelah sebelas pangeran, empat menteri, sepuluh mantan menteri, pejabat, dan beberapa pengusaha ditangkap atas tuduhan korupsi.

Penangkapan besar-besaran tersebut masih terus berlangsung. Sampai sekarang leboh dari 60 orang, termasuk 12 pangeran ditahan. Pembekukan ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi diketuai oleh Pangeran Muhammad bin Salman.

Sebagian pihak menilai itu sebagai pembersihan terhadap lawan-lawan politik Pangeran Muhammad bin Salman.

 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman utarakan niatnya bunuh Khashoggi pada 2017

Bin Salman mengungkapkan gagasannya itu kepada dua asisten kepercayaannya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Saudi raup Rp 1.487 triliun dari hasil kompromi dengan tersangka koruptor

Meski dilepas, mereka dilarang keluar negeri dan harus memakai gelang kaki sebagai alat pengawasan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dan CEO SoftBank Group Masayoshi Son usai penandatanganan nota kesepahaman di Kota New York, Amerika Serikat, 27 Maret 2018, buat membangun pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia. (Al-Arabiya/Supplied)

Lima pangeran Arab Saudi masih dilarang ke luar negeri

Bin Salman masih menyekap ibunya, Fahda al-Hathlin, dalam penjara bawah tanah di istana milik abangnya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Teka teki nasib Bin Salman

Beragam kebijakan blunder dibikin oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman membikin dia tidak pantas menjadi raja Arab Saudi.





comments powered by Disqus