kabar

Arab Saudi perintahkan warganya segera tinggalkan Libanon

Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Bahrain mengeluarkan peringatan serupa.

10 November 2017 03:42

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi kemarin memerintahkan warga negaranya sedang berkunjung atau menetap di Libanon untuk segera meninggalkan negara itu.

Arab Saudi juga melarang warganya untuk melawat ke Libanon dari mana saja. "Arab Saudi menyarankan semua warganya untuk tidak bepergian ke Libanon dari negara mana saja," kata Kementerian Luar Negeri Saudi melalui keterangan tertulis.

Larangan ini keluar terkait meningkatnya suhu politik di Libanon setelah Perdana Menteri Rafik Hariri menyatakan mundur Sabtu pekan lalu. Hariri mengumumkan pengunduran dirinya dari Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, dan bukan di Ibu Kota Beirut, Libanon.

Karena itu muncul tudingan pengunduran diri Hariri atas desakan Arab Saudi. Apalagi dalam pidatonya, dia menuding Iran dan Hizbullah, milisi Syiah terkuat di Libanon, sebagai penyebab konflik bersenjata di Timur Tengah.

Kuwait kemarin juga mengeluarkan larangan serupa dan meminta warganya meninggalkan Libanon secepatnya. Di ahri sama, Uni Emirat Arab memperbarui kembali peringatan mereka berlaku sejak Februari tahun lalu.

Bahrain menjadi negara Arab Teluk pertama melarang warganya pergi ke Libanon dan menyerukan mereka untuk segera keluar dari negara tersebut. Peringatan itu dikeluarkan sehari setelah pengunduran diri Hariri.

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.

Alireza Fazeli Munfarid, pemuda Iran berumur 20 tahun, dibunuh keluarga setelah ketahuan dia menjadi gay. (Twitter)

Pemuda gay di Iran dibunuh keluarganya

Pasangan gay ketahuan bercinta diancam hukuman mati. Sedangkan mereka ketangkap berciuman, berpegangan tangan, dan saling perhatian akan dikenai hukuman cambuk di muka umum.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman kucilkan satu suku karena tolak proyek Kota Neom

"Tidak ada Internet, tidak ada saluran komunikasi," kata Alia.





comments powered by Disqus