kabar

Jaksa agung Saudi sebut dalam tiga tahun korupsi rugikan negara lebih dari US$ 100 miliar

sejauh ini sudah 208 orang ditangkap atas tuduhan korupsi dan mulai dimintai keterangan. Dari jumlah itu, tujuh orang dibebaskan tanpa dakwaan.

10 November 2017 11:21

Jaksa Agung Arab Saudi Saud al-Mujib kemarin mengakui korupsi sudah mebawah di negara Kabah itu selama berpuluh-puluh tahun.

Dia mengungkapkan dalam penyelidikan selama tiga tahun terakhir, praktek rasuah di Arab Saudi telah merugikan negara lebih dari US$ 100 miliar. "Sedikitnya US$ 100 miliar telah disalahgunakan melalui korupsi dan penggelapan secara sistematis dan berlangsung selama beberapa dekade," kata Mujib dalam keterangan tertulisnya.

Arab Saudi sejak Sabtu malam pean lalu mulai menangkapi orang-orang dituding terlibat korupsi, termasuk 12 pangeran, empat menteri, dan sepuluh mantan menteri. Selain itu juga dibekuk beberapa pengusaha papan atas, seperti konglomerat Pangeran Al-Walid bin Talal.

Pembekukan besar-besaran ini atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi, dibentuk beberapa jam sebelumnya dan diketuai oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. Namun sebagian pihak menilai penangkapan tersebut hanya siasat calon raja untuk emmbungkam lawan-lawan politiknya.    

Dia menambahkan sejauh ini sudah 208 orang ditangkap atas tuduhan korupsi dan mulai dimintai keterangan. Dari jumlah itu, menurut dia, tujuh orang dibebaskan tanpa dakwaan.

Mujib menjelaskan pihaknya belum bisa mengumumkan siapa saja telah ditahan. Dia menambahkan gubernur bank sentral, Saudi Arabian Monetary Agency (SAMA), Selasa lalu menyetujui untuk membekukan rekening pribadi kepunyaan semua tersangka kasus rasuah.

"Hanya rekening pribadi dibekukan," Mujib menegaskan. "Rekening-rekening milik perusahaan dan bak bebeas untuk melanjutkan transaksi seperti biasa."

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman utarakan niatnya bunuh Khashoggi pada 2017

Bin Salman mengungkapkan gagasannya itu kepada dua asisten kepercayaannya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Saudi raup Rp 1.487 triliun dari hasil kompromi dengan tersangka koruptor

Meski dilepas, mereka dilarang keluar negeri dan harus memakai gelang kaki sebagai alat pengawasan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dan CEO SoftBank Group Masayoshi Son usai penandatanganan nota kesepahaman di Kota New York, Amerika Serikat, 27 Maret 2018, buat membangun pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia. (Al-Arabiya/Supplied)

Lima pangeran Arab Saudi masih dilarang ke luar negeri

Bin Salman masih menyekap ibunya, Fahda al-Hathlin, dalam penjara bawah tanah di istana milik abangnya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Teka teki nasib Bin Salman

Beragam kebijakan blunder dibikin oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman membikin dia tidak pantas menjadi raja Arab Saudi.





comments powered by Disqus